Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Anak Stres
Dream - Seperti juga orang dewasa, anak-anak bisa mengalami stres ketika tak suka atau merasa tertekan dalam sebuah situasi. Masalah yang mereka hadapi, seperti beban tugas di sekolah, lingkungan pertemanan atau adaptasi dengan lingkungan baru jadi pemicu utama stres pada anak.
Ketika mengalami stres anak akan kehilangan nafsu makan, sulit tidur, prestasinya di sekolah bisa sangat menurun dan menarik diri. Bisa juga anak malah jadi berulah dan sulit diatur. Jika Anda merasa anak mengalami stres, jangan didiamkan. Mereka butuh ditenangkan dan diajarkan 'mengelola' stres dan emosinya dengan baik.
" Anak-anak belum mengerti, ketika kesal, marah dan tubuhnya sakit ternyata karena stres yang dialami. Bantu anak untuk memahami perasaannya. Gambarkan perasaan yang dialami saat marah," ujar Annita Halva, seorang psikolog anak, dikutip dari Very Well.
Misalnya 'ibu jadi sesak napas, sakit di tenggorakan dan dada saat harus marah dan ingin menangis'. Jadi kalau kakak/adik sedang takut, sedih atau bingung mungkin sebenarnya sedang stres kayak ibu, namanya menahan emosi'. Penjelasan secara detail dibutuhkan anak karena ia masih bingung untuk menggambarkan perasaannya. Jika anak sudah tahu yang dialami, ia akan cenderung lebih mudah bercerita.
" Jika anak mulai bercerita, Anda pun jadi tahu pemicunya. Beritahu anak untuk menarik napas dalam-dalam, minum air hangat dan berusaha duduk serta rileks saat mengalami perasaan stres tersebut," kata Halva.
Dengan mengetahui pemicu stres, bisa ajarkan anak untuk menghindari pemicu atau menghadapinya secara berani. Minta pada anak untuk mencari solusi, Anda juga bisa membantu memberikan alternatif solusi.
" Bisa juga minta anak untuk menuliskan apa yang dialaminya. Bisa dalam bentuk jurnal, grafik atau gambar. Isinya adalah pemicu ia stres dan bagaimana cara mengatasinya. Menuliskan apa yang ada di pikiran ini semacam terapi yang cukup efektif untuk mengurangi level stres dan cukup menenangkan," kata Halva.
Stres merupakan hal yang alami dan anak-anak akan menghadapi berbagai variasi stres saat beranjak dewasa. Jika kita mengajarkannya cara mengatasi stres sejak dini, mereka akan merasa stres harus dihadapi. Hal ini sangat baik bagi kesehatan psikologisnya.
Laporan Gemma Fitri Purbaya