AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Belajar Mengenal Uang.
Dream - Ada orangtua yang berpendapat anak tak perlu mengenal uang hingga duduk di bangku SMP. Sejak TK hingga SD, anak selalu dibekali makan dan minum dari rumah dan tak banyak tahu soal uang.
Seluruh keuangan sekolah diurus orangtua. Hal ini tak sepenuhnya benar karena anak juga perlu diajarkan konsep uang dan nilainya, begitu juga alasan mengapa orangtuanya harus bekerja
setiap hari. Sebagai permulaaan, Anda bisa mengajarkan hal-hal berikut pada si kecil.
Nilai uang
Untuk anak balita mungkin belum bisa mengerti, tapi untuk anak yang duduk di bangku kanak-kanak, coba beritahu nilai uang. Mulailah dari yang nilainya kecil, misalnya Rp1.000 atau
Rp2.000. Bisa juga memberinya koin dan celengan dengan bentuk lucu. Cara ini sebenarnya juga bisa mengasah kemampuan berhitung anak.
Biarkan anak 'bekerja'
Untuk anak yang lebih besar, cobalah beri mereka 'pekerjaan' dengan 'upah' yang sesuai. Ini akan mengajarkan pada anak kalau uang adalah barang yang terbatas. Penting bagi mereka
untuk tahu bagaimana kita menghasilkan uang yaitu dengan cara bekerja. Anda bisa memberi anak pekerjaan rumah tangga dengan pekerjaan ekstra dan anak akan mendapatkan uang jajan
tambahan.
Menabung
Anak-anak perlu belajar kalau sesuatu tidak sama, contohnya membeli handphone berbeda dengan membeli permen. Anda bisa ajarkan mereka seperti menunjukkan barang-barang di
rumah mana barang paling mahal dan paling murah.
Katakan padanya tak semua benda yang diinginkannya bisa dibeli dengan mudah, perlu menunggu hingga uang cukup atau sering disebut menabung. Beri ia dompet dan celengan untuk menabung. Jika sudah cukup banyak, biarkan ia membeli barang yang diinginkannya.
Tidak cepat puas
Ajarkan anak sejak dini kalau hal-hal baik akan datang untuk yang mau menunggu. Jelaskan pada anak untuk menunggu hingga uangnya cukup jika ingin membeli barang yang mahal.
Dengan begitu anak tak punya pemikiran " beli sekarang, bayar belakangan" dari kebiasaan mengutang atau kartu kredit di kehidupan mendatang.
Belanja dengan pintar
Buat daftar belanja dan minta anak untuk ke toko untuk membeli kebutuhan yang ada dalam daftar. Jangan lupa untuk mengajarkan mereka perbedaan antara 'kebutuhan' dan 'keinginan'.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: KidSpot
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli