Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Aman Bercinta Saat Hamil, Ini Syarat dari Dokter

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 8 November 2017 10:03
Aman Bercinta Saat Hamil, Ini Syarat dari Dokter
Anda dan pasangan tetap bisa beraktivitas seksual seperti biasa, asalkan...

Dream - Selama kehamilan banyak pasangan suami istri cenderung menghindari aktivitas bercinta karena takut terjadi masalah pada janin. Sebenarnya, tak perlu menghentikan rutinitas satu ini jika tak ada masalah saat kehamilan.

Justru bercinta saat hamil bisa mengurangi level stres ibu yang sering khawatir dengan kehamilan yang dijalaninya. Pada awal kehamilan, ibu memang cenderung kehilangan gairah. Hal ini lantaran fluktuasi hormon yang membuat mual dan sakit kepala sehingga ibu lebih memilih istirahat daripada bercinta.

Menurut dokter Aldika Akbar, SpOG(K), suami diharapkan bisa mengerti kondisi ini. Biasanya, saat usia kehamilan bertambah, maka gairah ibu akan kembali.

" Suami harus menyadari hal ini dan tidak memaksa, keintiman dengan pasangan tetap perlu dan dapat ditunjukkan dengan hal lain, seperti perhatian, sentuhan ringan, kecupan, pelukan, dukungan psikologis dan hal-hal kecil lainnya," ujar dokter Aldika, yang praktek di RSUD Dr. Soetomo.

Namun ia mengingatkan, aktivitas seksual bisa dilakukan jika tak ada keluhan pada ibu saat hamil. Pasalnya, ada beberapa kondisi di mana ibu sebaiknya tak melakukan aktivitas seksual saat hamil. Hal ini karena bisa berdampak buruk pada kehamilannya.

" Kapan hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan saat hamil? Jika kehamilannya berisiko tinggi," ungkap dr. Aldika

Kehamilan berisiko tinggi itu antara lain, ibu memiliki riwayat keguguran sebelumnya. Apalagi jika keguguran terjadi lebih dari sekali. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, untuk tahu kondisi ibu secara detail, apakah aman jika bercinta atau tidak.

Lalu, bercinta sebaiknya dihindari jika ada kontraksi dan pendarahan di usia awal kehamilan. Kehamilan berisiko tinggi juga termasuk kondisi keluarnya air ketuban dari kemaluan (ketuban pecah dini), posisi plasenta di bawah (placenta previa) dan kehamilan kembar atau lebih. Selengkapnya baca di sini.

 

Beri Komentar