Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Anak Bisa Berkembang Jadi Pelaku Bully, Jika...

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 13 Februari 2017 18:00
Anak Bisa Berkembang Jadi Pelaku Bully, Jika...
"Anak secara alami memiliki hati yang hangat, terbuka dan penuh rasa penasaran pada siapapun".

Dream - Kasus penindasan atau bullying di sekolah kini jadi hal yang sangat dikhawatirkan para orangtua dan pendidik. Selama ini penanganan lebih banyak difokuskan pada korban, lalu bagaimana dengan pelaku yang juga masih anak-anak?

Sama seperti korban, pelaku sebenarnya juga harus diberikan terapi. Terapi ini untuk mencari tahu pemicu anak melakukan bullying dan membuatnya menyadari kesalahan serta
'memperbaiki' kondisi psikologisnya.

" Banyak faktor yang membuat seorang anak mampu berpikir dan berperilaku menindas teman-temannya. Mungkin dia hanya ikut-ikutan, takut jadi korban atau karena memang berkembang jadi pribadi yang egois," ujar Dr. Joel Haber, psikolog dan penulis buku Bully Proof Your Child for Life.

Menurut Haber, anak bisa jadi pelaku bullying jika ia terbiasa dengan lingkungan yang eksklusif. Sangat pemilih dalam hal pergaulan dan cenderung mencari teman yang setara. Ia pun sangat
menyarankan untuk para orangtua agar mendorong anak bergaul dengan siapapun dan banyak membawa anak melihat lingkungan lain selain lingkungannya sendiri.

" Anak secara alami memiliki hati yang hangat, terbuka dan penuh rasa penasaran pada siapapun. Jadi ketika ia sangat pemilih dalam pertemanan coba lihat kebiasaan orangtua atau saudara- saudaranya, bisa saja anak meniru," ujar Haber.

Selain itu, anak yang sangat egois juga sangat mungkin jadi pelaku bullying. Terutama yang seringkali mengamuk jika tak mendapat apa yang diinginkannya. Ketika mengamuk, ia langsung mendapatkan semuanya. Anak pelaku bully juga cenderung mudah frustasi jika tak mendapat apa yang diinginkan, kurang memiliki empati dan memiliki riwayat masalah kedisplinan.

" Pola asuh yang baik sangat menentukan perkembangan emosional anak. Mengajarkan anak mengontrol emosi, disiplin, dan punya empati tak bisa dilakukan dalam satu malam. Orangtua berperan sangat penting dalam hal kematangan emosi dan psikologi anak. Keluarga adalah dasar agar anak tak jadi pelaku bully," kata Haber.

 

Beri Komentar