Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak yang menganggap kalau diabetes hanya bisa menyerang orang lanjut usia. Faktanya, anak-anak juga bisa terkena diabetes. Mereka yang terkena diabetes di usia anak, biasanya karena faktor genetik atau bawaan lahir.
Meski begitu ada juga yang karena kelebihan berat badan. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat angka kejadian diabetes melitus pada anak usia nol sampai 18 tahun meningkat 700 persen selama jangka waktu 10 tahun.
Sementara itu, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, angka kejadian faktor risiko DM tipe 2 sebesar 18,8 persen pada anak 5-12 tahun yang kelebihan berat badan dan 10,8 persen menderita obesitas.
Lalu apa gejala yang sangat khas pada anak yang menderita diabetes?
" Orangtua harus perhatikan kalau anaknya sering kehausan dan minum terus. Kencing dan suka mengompol," kata Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Aman Pulungan dalam acara konferensi pers Hari Diabetes Sedunia 2018 di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.
Adanya penurunan berat badan drastis pada anak juga bisa menjadi salah satu tanda diabetes melitus. Tanda penurunan berat badan ini bisa dialami dalam 2-6 minggu sebelum anak didiagnosis terkena diabetes melitus.
Gejala lain diabetes melitus pada anak yakni sering kelelahan. Anak yang biasanya bersemangat tiba-tiba lelah bisa jadi ia punya gejala DM. Kelelahan bisa sangat terlihat saat anak belajar di sekolah.
Kelelahan terjadi karena tubuh anak tidak mampu menyerap gula dari makanan. Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan energi sehingga mudah lelah.
Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha