Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Ilustrasi
Dream - Sebagai orangtua, Anda pasti selalu mengajarkan anak untuk berkata jujur. Ketika anak mulai berkata bohong dan Anda tahu, muncul rasa panik dan kaget.
Tapi penting diketahui kalau ketika anak berbohong mengindikasikan kalau otaknya berkembang signifikan terkait fungsi sosial dan intelektual. Dengan berbohong, seorang anak memperkuat pemahaman mereka tentang orang lain memiliki pemikiran dan pengalaman yang berbeda dari mereka.
Menjadi tidak jujur ��juga membutuhkan kemampuan metakognisi, atau kemampuan berpikir tentang isi pikiran seseorang. Mulai berbohong ini biasanya dimulai ketika usia 4.
Lalu bagaimana menghadapi anak yang ketahuan berbohong?
Dengan anak kecil, Anda tidak bisa menggertak mereka. Anda harus menjelaskan kalau berbohong itu adalah kesalahan
" Semua orang melakukan kesalahan dan tidak apa-apa membuat kesalahan tetapi harus ada konsekuensinya. Memarahinya tidak akan memberi solusi dan membuatnya tahu mana yang benar dan mana yang salah," ungkap Kelda Willson seorang psikolog anak.
Willson menjelaskan bahwa saat orangtua menjelaskan hal tersebut dibutuhkan ketenangan dan bukan suara yang kencang apalagi menggertak. Kebohongan anak juga tak boleh dibiarkan karena ia akan semakin pintar dan makin andal dalam mebuat kebohongan-kebohongan baru tanpa mengerti konsekuensinya.
Anak-anak dalam tahap kemarahan dan frustrasi ketika berbohong. Hal yang dibutuhkanya pertama kali adalah koneksi dan empati. Sebelum mereka bisa belajar, otak harus dalam kondisi tenang.
" Mereka butuh diajarkan mengontrol emosinya. Di sinilah tugas orangtua yang mencontohkan saat menghadapi anak yang ketahuan berbohong, biasanya anak berbohong di awal tapi kemudian jujur menceritakan semuanya tanpa diminta," ujar Willson.
Sumber :Fatherly
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi