8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Anak Mengamuk (Foto: Shutterstock)
Dream - Dalam mengasuh balita, ada saatnya si bocah sangat sulit dikendalikan. Mereka mengamuk, berteriak, melempar barang, menangis keras bahkan memukul-mukul. Kondisi ini sering disebut tantrum, yaitu ketika level emosinya sangat tinggi.
Banyak orangtua yang berusaha untuk segera menghentikan tantrum pada anak dengan berbagai cara. Tapi tahukah Anda kalau tantrum ini sebenarnya memiliki efek positif bagi anak?
" Air mata mengandung kortisol, hormon stres. Saat menangis, sebenarnya tubuh mengeluarkan hormon tersebut dari tubuh dan bisa membuat suasana hati jadi lebih baik. Ketika anak
mengamuk cenderung sambil menangis dan kondisi ini sebenarnya sangat baik untuk menurunkan level stresnya," ujar Deborah MacNamara, Ph.D., seorang pakar pendidikan dan penulis buku Rest, Play, Grow: Making Sense of Preschoolers.
Setelah mengamuk, anak juga biasanya jadi lebih 'tahan banting'. Misalnya saat ia tak bisa membuat susunan lego dengan stabil, lalu mengamuk. Setelahnya, anak bisa lebih konsentrasi
menyusun balok-balok karena ia sudah tahu kekurangannya dan triknya agar balok bisa tersusun dengan baik.
" Seringkali balita sedang berusaha keras untuk mencoba sesuatu dan tak bisa ia mengamuk sesuka hati. Tapi ini merupakan tahapan, yaitu mereka mengekspresikan rasa frustasinya
sehingga pikirannya jadi lebih jernih," kata MacNamara.
Ketika anak tak bisa konsentrasi atau mengatasi masalah yang dihadapi biasanya ada masalah emosi yang menghambat kemajuannya. Membiarkan anak mengeluarkan emosinya, jadi hal
penting agar ia bisa kembali senang dan rileks dan kembali bermain serta belajar.
" Setelah tantrum biasanya anak juga jadi lebih tenang dan tidur lebih lelap. Emosi negatif sudah dikeluarkannya, tugas orangtua bukan mencegah anak mengamuk tapi mengajarinya mengontrol dan mengelola emosi dengan baik." ujar MacNamara.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi