Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Anak Mengamuk Tak Selalu Buruk, Alasannya...

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 29 Mei 2017 16:05
Anak Mengamuk Tak Selalu Buruk, Alasannya...
Setelah mengamuk, anak juga biasanya jadi lebih 'tahan banting' dan level emosi negatifnya menurun.

Dream - Dalam mengasuh balita, ada saatnya si bocah sangat sulit dikendalikan. Mereka mengamuk, berteriak, melempar barang, menangis keras bahkan memukul-mukul. Kondisi ini sering disebut tantrum, yaitu ketika level emosinya sangat tinggi.

Banyak orangtua yang berusaha untuk segera menghentikan tantrum pada anak dengan berbagai cara. Tapi tahukah Anda kalau tantrum ini sebenarnya memiliki efek positif bagi anak?

" Air mata mengandung kortisol, hormon stres. Saat menangis, sebenarnya tubuh mengeluarkan hormon tersebut dari tubuh dan bisa membuat suasana hati jadi lebih baik. Ketika anak
mengamuk cenderung sambil menangis dan kondisi ini sebenarnya sangat baik untuk menurunkan level stresnya," ujar Deborah MacNamara, Ph.D., seorang pakar pendidikan dan penulis buku Rest, Play, Grow: Making Sense of Preschoolers.

Setelah mengamuk, anak juga biasanya jadi lebih 'tahan banting'. Misalnya saat ia tak bisa membuat susunan lego dengan stabil, lalu mengamuk. Setelahnya, anak bisa lebih konsentrasi
menyusun balok-balok karena ia sudah tahu kekurangannya dan triknya agar balok bisa tersusun dengan baik.

" Seringkali balita sedang berusaha keras untuk mencoba sesuatu dan tak bisa ia mengamuk sesuka hati. Tapi ini merupakan tahapan, yaitu mereka mengekspresikan rasa frustasinya
sehingga pikirannya jadi lebih jernih," kata MacNamara.

Ketika anak tak bisa konsentrasi atau mengatasi masalah yang dihadapi biasanya ada masalah emosi yang menghambat kemajuannya. Membiarkan anak mengeluarkan emosinya, jadi hal
penting agar ia bisa kembali senang dan rileks dan kembali bermain serta belajar.

" Setelah tantrum biasanya anak juga jadi lebih tenang dan tidur lebih lelap. Emosi negatif sudah dikeluarkannya, tugas orangtua bukan mencegah anak mengamuk tapi mengajarinya mengontrol dan mengelola emosi dengan baik." ujar MacNamara.

 

Beri Komentar