Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Anak Mengamuk, Ternyata yang Dibutuhkan...

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 8 Mei 2017 10:13
Anak Mengamuk, Ternyata yang Dibutuhkan...
Saat anak mengamuk, ternyata yang dibutuhkannya bukan respons yang juga keras.

Dream - Melempar barang, mainan, sambil menangis tanpa henti. Tak hanya itu, terdengar juga teriakan 'kakak sebal sama Bunda', 'Bunda jahat', 'Ayah pergi saja sana'. Keadaan ini mungkin pernah Anda dan pasangan hadapi saat harus berhadapan dengan si kecil yang sedang mengamuk.

Dalam kondisi ini kondisi emosi orangtua mudah terpancing. Ada kalanya anak mengamuk dan sangat sulit untuk dikontrol. Tapi membalasanya dengan teriakan, bentakan atau mungkin 
cubitan malah hanya membuatnya trauma dan tak menyelesaikan masalah. Suasana pun jadi kian panas.

" Saat anak mengamuk, ternyata yang dibutuhkannya bukan respons yang juga keras. Tapi ia membutuhkan koneksi yang hangat, privat, berdua saja. Anak berarti butuh didengarkan, 
dimengerti dan dibantu menurunkan level emosinya untuk kemudian diajak berdiskusi," kata Norah Corden, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari Parents.

Kata-kata dan sikap kasar dari anak sebenarnya gambaran emosinya yang membuncah. Bisa karena sedih, frustasi, kesepian, gelisah, atau mungkin cemburu. Untuk itu, ia perlu diajarkan 
mengelola emosi dengan baik, termasuk menyampaikan apa yang dirasakan dan diinginkannya.

" Kebanyakan orangtua memberi hukuman saat anak sedang mengamuk, menyuruhnya masuk ke kamar atau menaruh di kursi hukuman. Padahal justru di momen itulah orangtua harus 
turun tangan mecontohkan pada anak menurunkan emosinya," ujar Corden.

Ketika anak mengamuk, coba merespons dengan tetap tenang. Jika ia ingin sendirian dan tak mau bersama Anda, biarkan selama beberapa menit, tapi katakan padanya kalau Anda selalu 
ada untuknya dan akan menemaninya jika ia butuhkan. Apabila ia memukul, katakan Anda merasa sakit dan sedih, ungkapkan kalau Anda lebih suka dipeluk.

Saat sudah bisa berdua dengannya tak perlu terlalu banyak bicara. Cukup peluk erat dan usap punggungnya dengan hangat sampai emosinya mereda. Setelah itu, biarkan anak yang berbicara lebih dulu. Dengarkan dia baik-baik dan cobalah mengerti apa yang dirasakannya dan cari solusi bersama.

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More