Minggu, 25 Oktober 2026 Cari

Anak Sering Bertengkar, Ajarkan Dua Hal Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 31 Januari 2017 14:00
Anak Sering Bertengkar, Ajarkan Dua Hal Ini
Kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi memang perlu dicontohkan dan diajarkan secara rutin.

Dream - Tak semua anak bisa bersosialisasi dengan mudah dan berteman. Terutama jika anak jarang bermain dengan anak-anak seusianya dan lebih sering menghabiskan waktu dengan orang dewasa di rumah. Kemampuan sosialisasi ini memang perlu dicontohkan dan diajarkan secara rutin.

Untuk anak di bawah lima tahun, anak memang belum matang secara emosi dan saat bermain bersama teman seusianya mereka lebih sering bertengkar. Lalu untuk anak yang lebih besar, mereka perlu diajarkan untuk memulai pertemanan dengan baik.

Jennifer Kolari, seorang psikolog anak mengungkap, ada dua hal utama yang harus diketahui anak dalam menjaga pertemanan. Pertama, membuat pertemanan dan kedua merusak pertemanan.

"Contohkan pada anak, bertengkar akan membuatnya tak punya teman. Hal-hal yang ia lakukan, misalnya tak mau berbagi mainan atau menunggu giliran akan membuat suasana bermain jadi tidak enak. Ia pun bisa merusak pertemanan dan main sendirian," ujarnya.

Lalu misalnya anak bertengkar dengan temannya, jangan langsung memisahkan. Lihat dulu respons keduanya, kadang anak-anak punya cara sendiri untuk 'memperbaiki' hubungan. Mereka bisa dengan mudah melupakan pertengkaran dan beberapa saat kemudian bermain bersama lagi.

Jika Anda ingin mencontohkan untuk membuat hubungan pertemanan jadi baik lagi, bisa mengajarkannya kalimat-kalimat yang membuat pertemanan. Misalnya, "Aku suka main bubble-bubble, mau main bareng gak?", "Kamu mau biskuit punyaku?" dan kalimat lain yang bisa membuat suasana bermain kembali hangat.

"Buat juga permainan yang menuntut kerja sama dan kekompakan anak dan temannya. Misalnya mereka harus bekerja sama membawa balon-balon untuk dimasukkan ke dalam wadah. Sebaiknya, hindari membuat permainan yang kompetitif karena bisa dengan mudah memicu pertengkaran," kata Kolari.

Sumber: Todays Parent

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More