Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Anak Sarapan
Dream - Konsentrasi anak-anak terutama usia sekolah, tentu sangat dibutuhkan agar penyerapan ilmu bisa dilakukan dengan maksimal. Namun seringkali fokus dan level konsentrasi anak cepat menurun dan berdampak buruk pada hasil akademiknya di sekolah.
Kondisi ini tentu tak boleh dibiarkan. Salah satu yang Sahabat Dream bisa lakukan sebagai orangtua adalah menyiapkan nutrisi berkualitas untuk kemampuan konsentrasinya. Hal ini
diungkapkan oleh Emilia Achmadi, seorang ahli nutrisi, dalam acara bincang-bincang Make Your Children Future Ready from an Early Age di Sampoerna Academy.
" Nutrisi yang dikonsumsi anak harus terpenuhi terlebih dahulu untuk dapat mengembangkan kemampuan otak anak. Konsentrasi dan kemampuan kognitif harus didukung dengan nutrisi
yang optimal. Hal tersebut harus didapatkan anak dari menu harian, terutama sarapan," ujar Emilia, Kamis 22 Maret 2018 di Sampoerna Academy, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Untuk menu sarapan, pilih yang berprotein tinggi. Telur, ikan, daging, ayam, bisa dijadikan menu sarapan. Begitu juga susu. Pastikan saja di menu sarapan buah hati terdapat asupan
berprotein tinggi.
" Konsumsi nutrisi berprotein tinggi tidak hanya untuk meningkatkan konsentrasi otak tapi juga dapat mencegah penyakit. Termasuk membuat anak memiliki keterampilan fisik yang lebih
baik," ujar Emilia.
Hal yang tak kalah penting nutrisi lainnya yaitu serat, karbohidrat, dan juga B12. Emilia juga menyarankan untuk memperbanyak kacang-kacangan, buah dan sayur pada menu harian anak. Asupan tersebut akan sangat mendukung perkembangan kognitif dan kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.
Laporan Ferra Ferdiana
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol