JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Kang Emil Dan Sang Putri, Zara (Foto: Instagram Atalia Kamil)
Dream - Camillia Laetitia Azzahra atau akrab disapa Zara, anak bungsu Ridwan Kamil baru saja mengalami kekecewaan. Impiannya bersekolah di salah satu SMP Negeri favorit di Bandung harus pupus.
Padahal Zara memiliki NEM yang sangat bagus. Remaja cantik ini hanya bisa menangis mengadu ke sang ayah yang merupakan Wali Kota Bandung, sekaligus Gubernur Jawa Barat yang baru saja terpilih.
Kang Emil, sapaan sehari-hari Ridwan Kamil, mengungkap kalau ia tak bisa berbuat apa-apa. Hal ini lantaran aturan zonasi yang diterapkan dalam penerimaan murid baru di sekolah negeri.
Aturan tersebut membuat sekolah harus memprioritaskan penerimaan murid yang rumahnya dekat sekolah dibanding yang bernilai tinggi.
" Zara, anak perempuan saya, NEM nya bagus dan mendaftar ke SMPN 2 Bandung. Namun ia tidak diterima karena tergeser oleh kuota sistem zonasi PPDB Kota Bandung versi awal, sebelum yang sekarang. Zara tidak terima. Ia merasa ini tidak adil. Ia menangis dan bertanya-tanya. Saya pun sebagai ayahnya ikut patah hati," ungkap Kang Emil di akun Instagramnya.
Ia berusaha menjelaskan pada putri kesayangannya itu kalau...
© Dream
Aturan harus ditaati. Meski ayahnya merupakan orang yang memiliki jabatan tak lantas boleh melanggar aturan yang ada.
" Banyak pihak tanya 'Anda kan Walikota, Anda kan punya kuasa atuh, bisa kali nyelipin buat anaknya sendiri. Masa tega sih ama anaknya sendiri?!'. Saya telan percakapan2 itu. Saya diskusikan panjang dengan Bu Cinta. Dan kami pun sepakat kami taati aturan aja walau pahit," cerita ayah dua anak itu.
© Dream
Akhirnya Kang Emil dan istrinya memutuskan menyekolahkan Zara di salah satu SMP swasta. Zara pun mulai mengerti. Dia menyesuaikan diri dengan aturan yang ada.
" Apa jadinya jika saya ikutan melanggar aturan diam-diam . Nilai hidup apa yang akan menempel seumur hidupnya Zara, jika ia kami paksa masuk dengan cara yang tidak baik. Maka pastilah ia akan meyakini bahwa berbohong itu boleh, demi sebuah tujuan. Nauzubillah. Zara kini menyesuaikan diri, mencari bahagia dan gembira sekolah di SMP swasta. Semoga ini menjadi hikmah," tulis Kang Emil.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
