Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
ASI Perah
Dream - Produksi air susu ibu (ASI) tak selalu stabil dan mencukupi kebutuhan bayi. Terutama pada ibu-ibu yang baru melahirkan dan bayinya masih harus dirawat di rumah sakit karena masalah tertentu.
Namun ada juga ibu yang produksi ASI-nya melimpah. Lemari es penuh dengan tumpukan ASI yang bisa digunakan selama berbulan-bulan. Jika terlalu lama dalam penyimpanan, ASI juga tak segar. Mendonorkannya untuk bayi orang lain pun jadi solusi.
ASI memang lebih baik dari susu formula. Tapi jika ingin mendonorkannya untuk bayi orang lain, ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi. Jangan sampai ASI yang diberikan malah menimbulkan masalah kesehatan pada bayi yang didonorkan.
" Meskipun ASI memang yang terbaik bagi bayi, kita tidak bisa menutup mata terhadap kemungkinan ASI terpengaruh dengan penyakit yang diderita atau gaya hidup pendonor ASI (infeksi HIV, Hepatitis B dan C, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, bertato atau body piercing). Apalagi sebagian besar penerima ASI donor adalah bayi baru lahir, bayi prematur atau bahkan bayi sakit," ungkap dr. Astri Pramarini, seperti dikutip dari AyahASI.org.
Menurutnya ada ibu yang tidak disarankan untuk mendonorkan ASI meskipun produksi ASI-nya melimpah. Hal ini karena ASI yang diberikan berisiko tinggi menimbulkan masalah kesehatan pada bayi yang didonorkan. Siapa saja mereka
- Ibu yang mMenerima donor darah atau produk darah lainnya dalam 12 bulan terakhir
- Ibu yang menerima transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir
- Ibu yang minum alkohol secara rutin sebanyak 2 ounces atau lebih dalam periode 24 jam
- Ibu yang menggunakan secara rutin obat-obatan over the oounter (aspirin, acetaminophen, dll), pengobatan sistemik lainnya (pengguna kontrasepsi atau hormon pengganti tertentu masih dimungkinkan)
- Ibu yang mengonsumsi vitamin megadosis atau obat-obatan herbal
- Ibu yang menggunakan produk tembakau
- Ibu yang vegetarian total yang tidak memakai suplementasi vitamin B12
- Ibu yang pernah melakukan penyalahgunaan obat-obatan terlarang
- Ibu yang punya riwayat hepatitis, gangguan sistemik lainnya atau infeksi kronis (contohnya: HIV, HTLV, sifilis, CMV pada bayi prematur)
- Ibu yang berisiko HIV (pasangan HIV positif, mempunyai tato/body piercing)
Ibu yang ingin mendonorkan ASI harus memastikan kondisi tubuhnya sehat dan tidak mengalami hal-hal di atas. Pemeriksaan kesehatan juga disarankan sebelum mendonorkan ASI. Untuk lebih lengkapnya baca di sini.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari