Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Mainan Anak
Dream - Beberapa waktu lalu viral di media sosial mainan teether bayi Sophie the Giraffe yang saat dibuka dipenuhi jamur. Aroma busuk menyeruak dari dalamnya. Padahal mainan tersebut jadi salah satu favorit karena terbuat dari alami dan sudah puluhan tahun dipercaya para ibu.
Becky Rapinchuk, seorang ahli kesehatan, mengungkap mainan anak-anak memang harus diperiksa secara teratur. Kebersihan dan keamanannya juga dikontrol. Terutama mainan balita, karena anak balita suka sekali memasukkan apapun ke dalam mulut.
Ia menjelaskan ada tiga langkah yang harus selalu dilakukan orangtua agar mainan anak tetap bersih dan aman. Apa saja?
1. Selalu baca petunjuk
Setiap membeli mainan pastikan selalu baca petunjuknya. Pada produk mainan anak berstandar selalu ada petunjuk detail. Seperti untuk umur berapa, risiko yang muncul, dan cara penyimpanan serta membersihkan.
" Usahakan untuk mengikuti instruksi atau petunjuk yang tertera dalam kemasan. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kondisi mainan dan efeknya bagi anak-anak," kata Rapinchuk.
2. Disinfektan secara teratur
Untuk mainan balita jenis teether, plastik atau yang terbuat dari kain, pastikan selalu dicuci dan dibersihkan dengan cairan disinfektan secara teratur. Minimal satu kali seminggu. Mainan tersebut biasanya ditaruh di penyimpanan, dalam kondisi yang lembap sehingga sangat mudah ditumbuh bakteri dan jamur.
3. Jangan segan membuang mainan
Anda mungkin sayang membuang mainan yang rusak sedikit atau terlihat kotor. Tapi mainan yang sudah rusak, terutama plastik atau kayu, biasanya kerusakannya akan makin parah. Tak mungkin untuk dimainkan lagi dan akan muncul ssudut tajam yang membahayakan bagi si kecil. Lakukan pemeriksaan mainan secara teratur dan segera buang mainan yang sudah rusak.
Sumber: Clean Mama
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis