Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Ibu Menyusui
Dream - Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat soal pemberian air susu ibu (ASI). Sayangnya mitos ini seringkali menghambat pemberian ASI eksklusif, terutama untuk bayi usia 0 hingga 6 bulan.
Jangan sampai hanya karena mendengar mitos, bayi tak mendapat ASI yang merupakan haknya. Jadilah ibu pintar untuk kritis mencari informasi dan tak mudah percaya mitos. Apa saja mitos dan fakta sebenarnya terkait pemberian ASI?
1. Kalau puting rata, pasti tak bisa menyusui
Anggapan ini adalah tidak benar. Karena sebetulnya, mekanisme menyusui adalah lidah memerah areola, bukan mengisap puting. Justru apabila bayi hanya menyusu di puting, ASI tidak akan keluar atau keluar hanya sedikit.
Menyusu tidak optimal dan bahkan menyebabkan ibu kesakitan, karena lidah hanya memerah puting dapat mengakibatkan lecet dan luka pada puting.Jadi saat menyusui, masukkan areola (area hitam di payudara seputar puting) sebanyak-banyaknya kedalam mulut bayi, bukan hanya puting saja.
2. Payudara kecil tidak bisa menghasilkan cukup ASI
Besar-kecilnya payudara tidak menentukan jumlah sel susu. Karena, kelenjar susu semua perempuan dewasa, kurang lebih sama dan mampu menghasilkan susu yang sama banyak, terutama dengan rangsangan yang tepat. Besar-kecil payudara sendiri hanya dibedakan dengan jumlah lapisan lemak di bawah kulit saja.
Berikan rangsangan yang tepat agar ASI berproduksi optimal, yaitu skin to skin (sentuhan kulit ibu-bayi) dan menyusu langsung dengan benar yaitu memasukkan areola payudara ke dalam mulut bayi.
3. Bayi 1 bulan sering menangis bisa diberi pisang biar tenang
Tidak disarankan untuk bayi kurang dari 6 bulan mendapatkan asupan lain selain ASI apalagi makanan padat. Hal itu karena sistem pencernaan bayi belum siap. Anggapan ini muncul biasanya saat bayi usia 2-3 minggu mengalami growthspurt (percepatan pertumbuhan) dan menginginkan menyusu lebih sering. Namun, tidak usah kawatir, karena produksi ASI akan mengikuti kebutuhan bayi.
Lihat mitos dan fakta seputar pemberian ASI secara lebih lengkap di sini.
Sumber: Pigeon
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
