Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ayah Bunda, Jangan Biarkan Diri Dihantui Rasa Bersalah

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 3 Januari 2017 16:00
Ayah Bunda, Jangan Biarkan Diri Dihantui Rasa Bersalah
Orangtua harus segera mencari cara mengatasi atau setidaknya mengurangi perasaan tersebut

Dream - Dalam hal mengasuh dan mendidik anak, banyak orangtua dihantui rasa bersalah. Perasaan tersebut biasanya didasari rasa takut dan khawatir tak bisa menjadi contoh yang baik, tak mampu memberikan yang terbaik atau karena selalu membandingkan pola asuh dengan orang lain.

Munculnya perasaan bersalah memang wajar. Namun orangtua harus segera mencari cara mengatasi atau setidaknya mengurangi perasaan tersebut. Jika tidak, maka yang terjadi adalah penerapan pola asuh yang buruk.

Hal itu karena rasa bersalah orangtua biasanya akan 'dikompensasi' pada sikap memanjakan anak dengan sangat berlebihan. Tentu saja hal ini bisa bisa berdampak negatif pada perkembangan anak.

Lalu situasi apa saja yang memicu perasaan bersalah orangtua dan bagaimana menguranginya?

1. Bekerja atau keluar rumah seharian
Pada ibu bekerja, mereka seringkali merasakan perasaan bersalah. Terutama ketika pulang terlalu larut atau harus dinas ke luar kota. Hal ini juga dialami oleh ibu rumah tangga yang harus keluar rumah seharian untuk mengurus sesuatu. Sementara anak dititipkan di day care atau orang yang dipercaya.

Bekerja atau keluar rumah, pasti Anda punya alasan khusus dan mendasar. Jadi cobalah berpikir lebih positif dan membagi waktu dengan baik. Pastikan komunikasi Anda, pasangan dan anak tetap berjalan dengan baik dan saling mendukung satu sama lain.

2. Anak bersikap buruk di depan orang banyak
Semua orangtua pasti merasa malu ketika anaknya mengamuk, menyumpah atau bersikap buruk di depan umum. Rasa bersalah dalam mendidik pun muncul. Belum lagi melihat tatapan orang lain.

Padahal, anak-anak pasti pernah melakukan sikap buruk karena mereka belum memiliki kematangan emosi yang baik. Tak perlu merasa bersalah. Anda hanya perlu mencari tahu alasan anak bersikap buruk dan terapkan konsekuensi yang seharusnya.

3. Anak makan junkfood
Sementara anak lain sedang mengunyah sayuran kukus, lalu anak Anda sedang lahap makan keripik kentang atau kerupuk. Pastinya Anda merasa jadi orangtua paling buruk sedunia. Situasi seperti ini memang semacam terjebak dalam melakukan perbandingan.

Biarkan saja anak menikmati makanannya. Saat itu Anda hanya perlu memberi batasan pada porsi dan pada menu selanjutnya, berikan makanan yang lebih sehat. Jangan selalu
membandingkan diri dengan orang lain.

Sumber: AHA Parenting

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More