Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dalam hal mengasuh dan mendidik anak, banyak orangtua dihantui rasa bersalah. Perasaan tersebut biasanya didasari rasa takut dan khawatir tak bisa menjadi contoh yang baik, tak mampu memberikan yang terbaik atau karena selalu membandingkan pola asuh dengan orang lain.
Munculnya perasaan bersalah memang wajar. Namun orangtua harus segera mencari cara mengatasi atau setidaknya mengurangi perasaan tersebut. Jika tidak, maka yang terjadi adalah penerapan pola asuh yang buruk.
Hal itu karena rasa bersalah orangtua biasanya akan 'dikompensasi' pada sikap memanjakan anak dengan sangat berlebihan. Tentu saja hal ini bisa bisa berdampak negatif pada perkembangan anak.
Lalu situasi apa saja yang memicu perasaan bersalah orangtua dan bagaimana menguranginya?
1. Bekerja atau keluar rumah seharian
Pada ibu bekerja, mereka seringkali merasakan perasaan bersalah. Terutama ketika pulang terlalu larut atau harus dinas ke luar kota. Hal ini juga dialami oleh ibu rumah tangga yang harus keluar rumah seharian untuk mengurus sesuatu. Sementara anak dititipkan di day care atau orang yang dipercaya.
Bekerja atau keluar rumah, pasti Anda punya alasan khusus dan mendasar. Jadi cobalah berpikir lebih positif dan membagi waktu dengan baik. Pastikan komunikasi Anda, pasangan dan anak tetap berjalan dengan baik dan saling mendukung satu sama lain.
2. Anak bersikap buruk di depan orang banyak
Semua orangtua pasti merasa malu ketika anaknya mengamuk, menyumpah atau bersikap buruk di depan umum. Rasa bersalah dalam mendidik pun muncul. Belum lagi melihat tatapan orang lain.
Padahal, anak-anak pasti pernah melakukan sikap buruk karena mereka belum memiliki kematangan emosi yang baik. Tak perlu merasa bersalah. Anda hanya perlu mencari tahu alasan anak bersikap buruk dan terapkan konsekuensi yang seharusnya.
3. Anak makan junkfood
Sementara anak lain sedang mengunyah sayuran kukus, lalu anak Anda sedang lahap makan keripik kentang atau kerupuk. Pastinya Anda merasa jadi orangtua paling buruk sedunia. Situasi seperti ini memang semacam terjebak dalam melakukan perbandingan.
Biarkan saja anak menikmati makanannya. Saat itu Anda hanya perlu memberi batasan pada porsi dan pada menu selanjutnya, berikan makanan yang lebih sehat. Jangan selalu
membandingkan diri dengan orang lain.
Sumber: AHA Parenting
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya