JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Kedekatan Ayah Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Tugas menjadi orangtua bukan sekadar memberi nafkah lahiriah dan kebutuhan material anak-anak, tapi juga memenuhi aspek emosi dan batiniah. Dalam hal memenuhi kebutuhan emosi dan batin, orangtua kerap lupa dan menganggapnya sepele.
Anak butuh fokus perhatian, pelukan, kehangatan dan dukungan moril dalam banyak situasi. Banyak penelitian yang mengungkap, kebutuhan emosi anak yang terpenuhi, akan sangat berdampak positif pada kesuksesannya di masa depan.
" 90% kesuksesan anak dipengaruhi dari ikatan emosial dan spiritual dan hanya 10% yang mempengaruhi IQ anak,” ujar Ayoe Sutomo M.Psi, seorang psikolog anak, beberapa waktu lalu.
Ayoe juga menambahkan bahwa, ada beberapa kebutuhan emosi dasar anak yang harus dipenuhi orangtua. Yaitu rasa aman, rasa sayang dan merasa dibutuhi.
“ Ketiga hal ini bisa dipenuhi kalau orangtua bisa membangun ikatan emosional dengan anak,” ujar Ayu.
Bila kebutuhan tersebut tidak dipenuhi orangtua, anak bisa memiliki penilaian atau konsep diri yang buruk. Hal ini akan berdampak negatif pada kemampuan sosialisasi dan kesehatan emosinya.
Nah, cara paling mudah untuk memenuhi kebutuhan emosi anak adalah dengan mengajaknya bermain. Saat bermain, anak dan orangtua akan saling tahu kecenderungan emosi masing-masing, melakukan adaptasi dan belajar banyak hal.
" Saat orangtua dan anak sudah memiliki kedekatan emosi yang kuat dan sehat, maka komunikasi akan berjalan baik. Aspek kognitif juga bisa berkembang optimal begitu juga emosinya," ungkap Ayoe.
Laporan Mega Rasmiyati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
