Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ayah Dan Bayi
Dream - Depresi setelah melahirkan atau sering disebut baby blues ternyata bukan hanya bisa dialami para ibu. Ayah juga berisiko mengalami baby blues, yang cenderung terjadi pada dua minggu pertama setelah bayi lahir.
" Ayah juga ingin ambil bagian dalam mengurus bayi, tapi mereka sering merasa jadi pihak 'luar' yang tak dilibatkan. Para ibu biasanya tak menyadari hal ini," ujar Dr Yaprak Harrison,
psikiater dan peneliti dari UT Southwestern Medical Center, Dallas, Amerika Serikat.
Yaprak dan timnya melakukan penelitian terhadap 10 pria yang mengalami masalah psikologis setelah bayinya lahir. Menurut Yaprak, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh perubahan
hormon ayah.
" Ada beberapa gejala yang sama, seperti sakit kepala ekstrem, kehilangan hasrat seksual dan sulit tidur. Jika kondisi tersebut dialami selama lebih dari satu bulan, segera cari bantuan
profesional," kata Yaprak.
Pada kasus depresi ringan biasanya gejala akan mereda dalam waktu 1 hingga 3 bulan. Tetapi jika depresi yang dialami cukup parah, apalagi ditambah pengaruh dari luar atau stres karena
faktor lain, dibutuhkan penanganan menyeluruh.
Ayah yang sebelumnya memiliki riwayat depresi, cenderung berisiko tinggi mengalami baby blues. Untuk itu para calon ayah, sangat disarankan untuk menyiapkan mental sebelum si kecil
lahir. Bicarakan dengan pasangan, hal apa saja yang bisa disiapkan bersama.
" Para ibu juga harus melibatkan ayah dalam mengurus bayi. Bukan hanya meringankan beban ibu, tapi juga mengurangi risiko baby blues baik pada ibu maupun ayah. Lagipula dengan
mengurus bayi bersama, pasangan juga akan merasakan keintiman yang lebih mendalam," ujar Yaprak.
Sumber: Daily Mail
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya