Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Membaca Dongeng
Dream - Bagi Anda yang memiliki anak usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar, cobalah untuk mengajarinya membaca dengan suara kencang. Membaca dengan bersuara sangat baik untuk kemampuan literaturnya.
Selain itu, dengan mendengarkan si kecil membaca sementara Anda di sampingnya bisa mendekatkan hubungan orangtua dan anak. Para guru pun sangat merekomendasikan membaca dengan bersuara untuk lebih memahami pelajaran. Ada empat alasan lain mengapa
1. Anak mendengar lebih baik daripada membaca
Menurut Jim Trelease, seorang psikolog dan penulis buku " Read-Aloud Handbook" anak akan lebih cepat mengerti ketika ia mendengar sesuatu yang dibacakan. Ia pun menyarankan para orangtua mendampingi anak belajar dengan membacakannya buku teks dengan suara kencang.
2. Meningkatkan kemampuan membaca anak
Dengan membaca kencang, juga akan memotivasi anak untuk banyak belajar membaca. Mereka biasanya juga ingin membaca dengan lancar seperti yang dicontohkan. Karena itu para guru suka sekali membacakan cerita atau isi buku pada anak-anak di kelas.
3. Menambah perbendaharaan kata secara signifikan
Dengan membaca, perbendaharaan kata anak akan terus bertambah. Buku berisi beragam kata yang mungkin belum pernah anak dengar sebelumnya. Dengan membaca kencang, mereka pun akan belajar mengucapkannya dan coba mencari tahu apa maksud kata tersebut. Hal ini berhubungan langsung menstimulasi kemampuan kognitifnya.
Sumber: Huffington
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya