AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Anak Bertelanjang Kaki
Dream - Seringkali kita melihat anak usia tiga tahun berjalan dengan cara berjinjit. Namun, apabila anak sudah melewati usia lima tahun dan masih berjalan jinjit, bisa jadi ada yang salah dalam sistem keseimbangannya.
Berjalan jinjit tidak hanya merupakan tanda-tanda tumbuh kembang anak yang terlambat, namun juga pertanda dari lemahnya sistem keseimbangan (vestibular) yang mengatur kordinasi
anak dalam bergerak.
Saat sistem keseimbangan anak tidak berjalan optimal, akan terlihat gejala seperti berjalan jinjit dan ketidakmampuan untuk mengikuti aktivitas di kelas. Gejala ini menandakan bahwa otak anak anda tidak mampu menyerap pelajaran dengan baik.
Gejala ini juga seringkali terdapat di penderita autisme, ADHD, diseleksia, asperger, dan dysgraphia. Dr. Stephen M. Edelson, Ph.D, pakar tumbuh kembang anak mengungkap, bahwa jalan jinjit berpengaruh secara langsung atapun tidak langsung terhadap masalah visual-vestibular.
Jadi, bagaimana kita tahu bahwa perilaku jalan jinjit anak kita merupakan gejala dari lemahnya sistem vestibular?
- Memiliki masalah penglihatan dan sudah memakai kacamata dari usia 3 tahun.
- Seringkali tidak mendengar dan kurangnya konsentrasi terhadap apa yang disampaikan oleh gurunya.
- Kesulitan mencatat informasi dari papan tulis ke dalam buku catatan mereka.
- Kesulitan mencari kata-kata dan membaca, dan seringkali harus berkedip untuk fokus pada bacaan mereka.
- Seringkali merasa tidak seimbang sehingga menabrak furnitur.
Penyebab
- Dysfunctional Balance System
Bagi sebagian besar anak yang berjalan jinjit, telinga bagian dalam mereka seringkali menjadi penyebabnya. Sistem vestibular di dalam telinga merupakan pusat keseimbangan anak. Apabila
tidak bekerja dengan baik, anak-anak membutuhkan serangkaian terapi motorik.
- Sensory Processing Issues (SPD)
SPD bisa menjadi penyebab anak jalan berjinjit. Apabila anak sensitif terhadap sentuhan, mereka seringkali tidak menyentuhkan seluruh telapak kaki untuk menghindari permukaan yang tidak nyaman bagi mereka. Terkadang, mereka tidak suka apabila dipakaikan kaus kaki dan sepatu. Terapi tactile bisa membantu anak dengan kondisi ini.
- Kebiasaan
Apabila anak seringkali berjinjit, cara berjalan tersebut akan menjadi kebiasaan bagi mereka.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Learning Corner
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli