Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Dream - Kecerdasan akademik memang dibutuhkan anak. Tapi hal yang jauh lebih penting adalah kecerdasan emosi. Kecerdasan emosional ini mencakup kesadaran, pemahaman, dan kemampuan untuk mengelola dan mengekspresikan perasaan.
Ketika lingkungan membuat anak lebih fokus pada prestasi akademiknya, kondisi emosinya bisa cenderung bermasalah. Untuk itu sebagai orangtua, penting untuk membimbing anak agar memiliki emosi yang stabil dan mampu mengekspresikannya dengan baik.
Kecerdasan emosi jadi hal penting dalam kesuksesan anak. John Gottman, seorang penulis buku Raising An Emotionally Intelligent Child The Heart of Parenting memberikan empat
langkah dasar untuk orangtua untuk membantu anak mengenali emosi dan membuat level kecerdasan emosinya jadi lebih baik.
Mengerti perasaan anak
Orangtua yang sadar dengan perasaannya sendiri akan merasa sensitif dengan perasaan yang timbul pada anak mereka. Cobalah untuk mengerti perasaan yang dirasakan buah hati, meski ia tak mengungkapkannya. Hal ini akan membuat anak juga jadi lebih peka pada emosinya karena belajar dari Anda.
Melihat emosi sebagai kesempatan
Jangan anggap saat anak emosi, Anda harus menunjukkan kekuatan sebagai orangtua. Justru saat itulah kesempatan untuk mengajarkannya mengenali emosi dan tunjukkan bagaimana mengelolanya.
Dengarkan perasaan
Berikan anak perhatian yang penuh ketika ia bercerita dan mengungkapkan perasaannya. Refleksikan apa yang Anda dengar dengan memberitahukan jika Anda mengerti dengan yang ia alami dan rasakan.
Ajarkan mengatasi masalah
Semua perasaan bisa diterima tapi tidak berlaku untuk perilaku terutama yang merugikan orang lain. Bantu anak Anda menggali emosinya dengan mengembangkan kemampuannya menyelesaikan masalah.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: ParentCo
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari