Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Bayi Baru Lahir (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyakit Hepatitis B sampai saat masih jadi salah satu penyakit menular mematikan. Disebabkan virus yang membuat organ hati mengalami jaringan parut (sirosis), kanker hati hingga gagal hati.
Kabar baiknya, paparan virus hepatitis B ini bisa dicegah dengan vaksinasi sesegera mungkin. Yaitu dalam waktu 24 jam, setelah bayi dilahirkan. American Academy of Pediatrics (AAP)
mengeluarkan pernyataan yang merekomendasikan bayi baru lahir mendapatkan 3 hingga 4 dosis vaksin hepatitis B 24 jam setelah persalinan.
Vaksin bisa diberikan jika kondisi bayi stabil atau beratnya sekitar 2,08 kg. Dalam kebijakan sebelumnya, vaksin hepatitis B direkomendasikan diberikan ketika kunjungan pertama, yaitu
dua minggu setelah persalinan.
Dari laporan yang dikeluarkan AAP pemberian vaksin segera setelah bayi lahir dapat meningkatkan kemampuan proteksi jadi lebih maksimal. Perubahan kecil ini, menurut paparan dalam laporan tersebut bisa menyelamatkan nyawa bayi.
" Saat bayi terinfeksi untuk pertama kalinya dalam masa prenatal, maka risiko mengalami komplikasi berat akibat hepatitis B sangat tinggi. Pulang ke rumah dan bayi bisa mendapat paparan virus dari siapapun, vaksin untuk mencegah hal tersebut," ungkap Elizabeth Barnett, anggota dari AAP Committee on Infectious Disease.
Risiko penularan hepatitis B yang paling besar pada bayi yaitu melalui ibunya. Jika ibu ternyata punya penyakit hepatitis maka proses persalinan membuat bayi berisiko besar tertular
penyakit tersebut. Untuk itu direkomendasikan bagi bayi yang baru lahir diberikan imunisasi pasif maupun aktif untuk mencegah tertularnya si bayi oleh virus hepatitis B.
Imunisasi pasif sendiri yaitu memberi antibodi jadi (siap pakai) untuk memberikan imunitas secara langsung terhadap virus hepatitis B tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif tersebut
untuk kekebalan tubuhnya.
Sementara, imunisasi aktif adalah pemberian vaksinasi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh supaya secara aktif dapat membentuk sendiri antibodi
terhadap virus hepatitis B.
Sumber: Todays Parent
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?