Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Bayi dan Balita Bisa Kompak dengan Permainan Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 17 April 2017 10:05
Bayi dan Balita Bisa Kompak dengan Permainan Ini
Tidak ada rasa pilih kasih karena Anda lebih sibuk pada bayi, keduanya pun bisa menjadi dekat satu sama lain.

Dream - Memiliki dua anak, usia balita dan bayi terkadang membuat orangtua kewalahan. Tapi, Anda bisa menyiasatinya dengan membuat kedua anak bermain bersama.

Selain tidak ada rasa pilih kasih karena Anda lebih sibuk pada bayi, keduanya pun bisa menjadi dekat satu sama lain. Berikut permainan yang bisa dimainkan balita bersama bayi Anda.

Untuk bayi hingga usia 3 bulan, si balita bisa mengajaknya main sambil belajar dengan mainan. Minta si balita untuk menggerakkan mainan. Nantinya mata bayi akan mengikuti arah gerakan mainan tersebut. Tentunya ini pengalaman menyenangkan bagi si kakak dan jadi aktivitas menarik bagi si adik.

Bercerita juga bisa dilakukan balita. Mintalah si kakak untuk menceritakan bayi sebuah dongeng sesuka hati. Bisa juga diberikan buku cerita bergambar. Anak balita biasanya akan sangat bersemangat ketika disuruh bercerita, sementar si bayi suka sekali mendengarkan suara kencang dari kakaknya.

Bayi usia 3 sampai 6 bulan biasanya mulai bisa tertawa. Permainan selanjutnya adalah ekspresi wajah. Biarkan si kakak mengajarkan wajah kesal, marah, manyun, kedip-kedip serta ekspresi seru lainnya. Bayi akan sangat girang melihat perubahan ekspresi wajah, apalagi jika melihat kakaknya tertawa terbahak.

Untuk bayi usia 6 sampai 9 bulan, biasanya sudah mulai bisa duduk. Ada balita yang suka menyusun sesuatu dan takut ketika bayi datang dan menghancurkan susunannya, tapi bukan itu tujuan dari permainannya.

Dorong si balita untuk membangun atau menyusun sesuatu. Minta ia menebak apa yang bisa dihancurkan si adik, ini sperti main tebak-tebakan. Untuk permainan ini ada baiknya memilih balok yang ringan dengan ujung tidak tajam.

Untuk bayi usia 9 hingga 12 bulan, mulai bisa melakukan banyak kegiatan lainnya. Si kakak pun sudah bisa mengajaknya bermain permainan seperti petak umpet dan mengajaknya berjalan. Permainan-permainan ini tentunya akan membangun ikatan mereka jadi lebih dekat dan kompak.

 

Laporan Gemma Fitri Purbaya

 

 

Sumber: Parents

 

 

Beri Komentar