Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Hip Dysplasia (Foto: Mother And Baby UK)
Apabila si kecil dirasa memiliki keanehan pada kondisi tulang pangkal paha, Anda harus segera bergegas ke dokter.
Dream - Memeriksa kesehatan pinggul bayi penting dilakukan segera setelah bayi lahir untuk memastikan kondisi tulang pinggulnya berkembang dengan baik. Pasalnya ada kondisi di mana tulang pinggul bayi tak berkembang dengan normal. Kondisi ini dinamakan Hip Dysplasia yang lebih sering terjadi pada bayi perempuan.
Saat bayi lahir salah satu hal pertama yang harus diperiksa oleh bidan atau dokter adalah bagian paha dan pinggulnya. Jika dirasa ada kelainan maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hip Dysplasia atau displasia pangkal paha sebernarnya bisa dilihat pada bayi sejak dilahirkan. Namun pada banyak kasus baru diketahui setelah beberapa waktu.
Hip dysplasia atau displasia pangkal paha merupakan kondisi abnormalitas formasi tulang panggul. Persendian pangkal paha tidak mampu berkembang dengan normal.Kondisi ini mengakibatkan terlepasnya tulang paha dari tulang panggul (pelvis).
Displasia yang terdeteksi secara terlambat disebut dengan Developmental Dysplasia of the Hip (DDH). Apabila si kecil dirasa memiliki keanehan pada kondisi tulang pangkal paha, Anda harus segera bergegas ke dokter. Dilansir dari Kidspot, berikut ini merupakan faktor risiko pemicu hip dysplasia:
- Jenis kelamin perempuan
- Anak pertama
- Faktor keturunan
- Kelahiran sungsang (posisi lahir yang terbalik)
- Neuromuscular atau penyakit persendian lainnya
- Cara membedong yang salah
© Dream
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Healthy Hip Australia, displasia pangkal paha memang lebih sering menyerang bayi perempuan. Selain itu, satu dari enam bayi berisiko mengalami displasia di kemudian waktu.
Kondisi ini dapat menjadi penyebab hip arthritis atau radang sendi di usia dewasa nanti. Lalu apa saja gejalanya?
- Terdengar bunyi asing ketika bayi menggerakan panggulnya
- Garis keriput paha dan bokong yang tidak merata
- Kedua kaki sangat sulit untuk direntangkan
- Bobot tubuh berat sebelah ketika ia duduk
- Perbedaan panjang antara kedua kaki
- Menghindari beban berat
- Berjalan jinjit dengan kaki sebelah
- Cenderung pincang
Idealnya, periksakan bayi pada usia minggu ke empat, delapan, sembilan, dua belas, hingga mencapai usia kesehatan stabil di usia 3,5 tahun. Bayi yang mengalami displasia pangkal paha diharuskan untuk memakai alat penyangga guna mengembalikan bentuk asli tulangnya selama beberapa waktu.
Laporan Annisa Mutiara