Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Beban PR dari Sekolah Mulai Banyak Dikritik

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 1 Maret 2017 16:02
Beban PR dari Sekolah Mulai Banyak Dikritik
"Tumpukan PR bisa dibilang 'mengerikan', bukan malah memicu anak untuk belajar".

Dream - Pekerjan rumah (PR) dari para guru selama ini dianggap jadi hal yang bisa membantu anak untuk lebih memahami materi pelajaran. Anak-anak juga bisa belajar di rumah bersama orangtua saat mengerjakan PR.

Meski tujuan awalnya cukup baik, tapi kini banyak pihak terutama dari pendidik terkait pemberian PR pada anak sekolah. Anak-anak bisa mendapatkan PR dari tiap pelajaran dan guru,
belum lagi proyek sekolah serta les. Hal ini pun dikritisi oleh pakar pendidikan Amerika Serikat, Matt Miller.

" Tumpukan PR bisa dibilang 'mengerikan', bukan malah memicu anak untuk belajar bersama orangtua, justru menjadi beban. Anak-anak juga jadi mencontek satu sama lain untuk
menyelesaikannya," ujar Miller, seperti dikutip dari KidSpot.

Menurutnya pihak guru juga malah jadi lebih sibuk memeriksa PR anak-anak dibanding mengembangkan metode pengajaran agar anak lebih mengerti materi yang diberikan. Hal ini tentu saja bisa berdampak pada kualitas belajar mengajar di sekolah.

" Bayangkan anak sudah seharian di sekolah, sekitar 5 hingga 7 jam, kemudian sampai rumah masih harus menghabiskan 3 hingga 4 jam untuk mengerjakan PR. Ini sangat melelahkan," kata
Miller.

Pemberian PR, menurut Miller, harus ditinjau ulang dan harus dikoordinasikan dengan baik secara sistemik. Tujuannya agar anak-anak tidak merasa terbebani sementara pemberian materi
tetap pelajaran berjalan baik. Lalu jika memang tidak ada PR, harus diformulasikan metode lain yang lebih seru dan menyenangkan bagi anak, untuk bisa memahami pelajaran di sekolah.

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More