Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Anak Mengerjakan PR
Dream - Pekerjan rumah (PR) dari para guru selama ini dianggap jadi hal yang bisa membantu anak untuk lebih memahami materi pelajaran. Anak-anak juga bisa belajar di rumah bersama orangtua saat mengerjakan PR.
Meski tujuan awalnya cukup baik, tapi kini banyak pihak terutama dari pendidik terkait pemberian PR pada anak sekolah. Anak-anak bisa mendapatkan PR dari tiap pelajaran dan guru,
belum lagi proyek sekolah serta les. Hal ini pun dikritisi oleh pakar pendidikan Amerika Serikat, Matt Miller.
" Tumpukan PR bisa dibilang 'mengerikan', bukan malah memicu anak untuk belajar bersama orangtua, justru menjadi beban. Anak-anak juga jadi mencontek satu sama lain untuk
menyelesaikannya," ujar Miller, seperti dikutip dari KidSpot.
Menurutnya pihak guru juga malah jadi lebih sibuk memeriksa PR anak-anak dibanding mengembangkan metode pengajaran agar anak lebih mengerti materi yang diberikan. Hal ini tentu saja bisa berdampak pada kualitas belajar mengajar di sekolah.
" Bayangkan anak sudah seharian di sekolah, sekitar 5 hingga 7 jam, kemudian sampai rumah masih harus menghabiskan 3 hingga 4 jam untuk mengerjakan PR. Ini sangat melelahkan," kata
Miller.
Pemberian PR, menurut Miller, harus ditinjau ulang dan harus dikoordinasikan dengan baik secara sistemik. Tujuannya agar anak-anak tidak merasa terbebani sementara pemberian materi
tetap pelajaran berjalan baik. Lalu jika memang tidak ada PR, harus diformulasikan metode lain yang lebih seru dan menyenangkan bagi anak, untuk bisa memahami pelajaran di sekolah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun