8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Konsep dan ajaran orangtua saat mengasuh Sahabat Dream dulu, tentu sangat berpengaruh hingga hari ini. Saat sudah memiliki buah hati, ada nilai dan ajaran pengasuhan yang mungkin Anda tiru dari orangtua dan mungkin juga ada yang malah dihindari.
Pola asuh orangtua memang berubah banyak sejak 1960an. Tiap generasi memiliki pola asuhnya sendiri. Konsep pengasuhan kini kian berkembang dan menuju ke arah yang lebih
terbuka.
Pada 1980an, mulai banyak perempuan yang masuk ke dunia kerja. Ibu membutuhkan bantuan baby sitter atau asisten rumah tangga untuk mengurus rumah. Peran ganda ibu sebagai pengurus keluarga dan pekerja profesional pun dimulai. Meskipun saat itu ibu bekerja masih dipandang sebelah mata karena dianggap bukan sosok yang ideal.
" Lalu pada 1990-2000an, muncul istilah helicopter parenting di mana obsesi orangtua terhadap keamanan anak begitu tinggi dan terlibat dalam setiap aspek kehidupan anak. Bukan hanya saat anak kecil, tapi bahkan ketika mereka menikah dan punya anak," ungkap Lyle Williams seorang psikolog keluarga.
Perubahan zaman tentu mengubah banyak hal termasuk gaya pengasuhan anak. Williams menggambarkan generasi saat ini, yang lahir pada 198oan ke atas dan memiliki anak, konsep pola asuhnya juga sangat berbeda. Orangtua ini boleh dibilang orangtua milenial yang akses informasi serta keterbukaan pikirannya cukup tinggi.
" Orangtua milenial ini memiliki kecenderungan untuk menunda memiliki anak cukup lama hingga merasa stabil baik secara karier dan finansial. Saat berkeluarga, mereka juga tak kaku dan cukup terbuka seputar kehidupan keluarganya. Hal ini didukung oleh banyaknya media sosial dan mereka bisa berbagi kapan pun dan di mana pun," kata Williams.
Kelas-kelas parenting mulai bermunculan, begitu juga support group untuk orangtua baru atau yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Akses informasi dan menemukan kelompok yang sama kian mudah. Hal ini membuat orangtua bisa menggali pengetahuan seputar pengasuhan anak dan berbagai pihak.
" Artikel seputar mengurus anak bisa diakses kapan pun secara gratis di internet. Begitu juga sharing dari para orangtua lain, belajar dari pengalaman banyak orang tentu merupakan informasi berharga, terutama jika memiliki masalah yang sama. Memang kini orangtua dipermudah dengan info soal anak dan keluarga," ujar Williams.
Tapi jangan sampai orangtua milenial ini terjebak dengan 'persaingan' di media sosial. Melihat anak orang lain sudah menguasai 3 bahasa asing sementara anak sendiri masih terbata-bata, lalu muncul rasa panik. Bisa juga orangtua merasa stres dan gagal ketika anak kerabat sudah mampu menghapal belasan surah di Alquran sementara anak di rumah baru belajar Iqra.
Ingat, setiap anak diberi kemampuan dan bakat masing-masing. Hal terpenting adalah orangtua selalu peka dan mendampingi. Apapun pola asuh yang Anda terapkan, pastikan anak tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan percaya dengan kemampuan dirinya.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian