Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Selain bahasa Ibu, bahasa Inggris jadi bahasa asing yang standar diajarkan pada anak-anak. Sejak anak masih duduk di TK mulai diperkenalkan kata-kata bahasa Inggris. Apalagi jika di rumah orangtua juga menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi.
Selain itu, ada juga banyak pilihan bahasa lain yang bisa diajarkan pada anak. Bahasa Arab misalnya, hal ini agar dalam proses mempelajari Alquran mereka lebih mengerti maknanya.
Bahasa asing kini jadi bagian penting dalam pendidikan dan 'modal' bagi anak untuk bersaing secara global.
Ada banyak pilihan bahasa asing yang bisa dipelajari anak, bahas China, Prancis, atau mungkin bahasa Italia. Banyak yang beranggapan kalau tidak dibutuhkan sebagai media komunikasi utama, untuk apa belajar banyak bahasa asing.
" Mempelajari bahasa asing merupakan proses yang kompleks, dari mengingat kata, melafalkan, aksen hingga penulisan. Otak anak menyerap dengan sangat baik, terutama dalam hal bahasa. Jika memang anak tertarik dan suka dengan bahasa asing, jangan menghalanginya. Hal itu justru merangsang kerja otak meraka agar lebih optimal," ujar Laura Biehl, seorang praktisi pendidikan.
Dengan belajar bahasa, anak juga akan mengetahui budaya negara lain. Keingitahuan mereka pun terpancing terutama dalam hal budaya, karena bahasa tak bisa dipisahkan dari budaya. Pengetahuan soal budaya negara lain ini akan memotivasinya untuk 'pergi ke dunia luar'. Bukan hanya belajar dan berkiprah di negaranya tapi penasaran ingin menjelajah negara lain.
" Ketertarikan bahasa akan memunculkan motivasi bagi anak untuk mengenal banyak sekali budaya. Ia jadi berwawasan luas dan lebih terbuka pada ilmu pengetahuan lain. Jiwa petualangnya pun akan terpicu. Misalnya, ia ingin sekali mendalami bahasa asing yang disukainya di negara aslinya dan mencari beasiswa ke negara tersebut," kata Biehl.
Laura juga mengungkap, anak yang banyak belajar bahasa asing akan membantunya dalam beradaptasi perubahan. Terutama ketika mereka harus tinggal di negara lain, baik untuk belajar atau bekerja. Ketika berhadapan dengan orang asing, anak juga tidak gugup dan cenderung percaya diri karena ingin melatih kemampuan bahasanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang