Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bullying atau perundungan masih menjadi momok di lingkungan sekolah. Anak mendapat tekanan yang begitu besar sampai berdampak buruk pada kondisi psikologisnya.
Orangtua tidak mengetahui apa yang dialami buah hati dengan teman sebayanya. Tak sedikit dari anak yang alami depresi akibat perundungan. Perilaku bullying dapat bermula dari hal kecil seperti mengejek fisik anak. Tanpa disadari, anak menjadi tidak percaya diri dengan apa yang ia miliki.
Menurut pakar hypnotherapist Floranita Kustendro, bullying dapat dicegah dengan menanamkan nilai positif pada tubuh serta kepribadian anak sejak dini.
" Anak-anak harus merasa dia adalah manusia yang terlahir sempurna, dicintai Allah. Pastikan agar ia tahu bahwa ia layak untuk mendapat kebahagiaan," kata Flora di Jakarta, Rabu 27 Februari 2019.
Dengan mencintai tubuh sendiri, anak akan lebih kebal terhadap perkataan orang lain. Berikan sugesti agar si kecil mampu menghargai dirinya sendiri.
Cara paling mudah adalah dengan membiasakan si anak untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.
" Banyak orangtua yang merasa cinta dengan anaknya, tapi ternyata bahasa kasih antara mereka dengan anak tidaklah sama. Dimulai dari konseling, tanyakan apa yang mereka rasakan. Jika sedang sedih, sedih yang seperti apa?" ujarnya.
Selain itu, pendidikan agama juga berperan dalam membentuk mental yang kuat. Anak yang terbiasa beribadah memikiki tingkat ketenangan batin yang lebih tinggi.
" Bisa ajak meditasi, berdoa dan membuat daftar aktivitas yang bermanfaat untuk sehari-harinya," ungkap Flora.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram