Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehamilan identik dengan meningkatnya berat badan, namun yang terjadi malah sebaliknya. Berat badan malah turun saat di trimester pertama. Kondisi ini seringkali menimbulkan kepanikan bagi para ibu.
Berat badan yang turun terutama di awal kehamilan terjadi karena ibu mengalami mual dan muntah yang luar biasa. Disertai kehilangan nafsu makan dan cenderung pemilih dalam hal makanan.
Jika terjadi cukup lama tentu bisa berdampak pada menurunnya berat badan. Biasanya masalah muntah dan mual akan mereda dengan sendirinya. Terutama jika kehamilan sudah memasuki usia 16 minggu atau 4 bulan.
Dalam trimester kedua rasa mual cenderung berkurang atau bahkan menghilang. Tubuh ibu sudah melakukan penyesuaian. Kondisi fisik bakal berangsur membaik dan berat badan akan naik secara signifikan sesuai dengan usia janin.
Tapi apabila berat badan turun drastis hingga ibu merasa lemas tak bisa beraktivitas segera konsultasikan dengan dokter. Muntah terus menerus bisa memicu dehidrasi yang tentu saja bakal berdampak buruk bagi ibu dan janin.
Dokter bisa saja meresepkan obat untuk meredakan mual agar ibu bisa mengasup banyak makanan dan minuman yang dibutuhkan tubuh. Jika kondisi ibu sudah dehidrasi, bisa saja dokter merekomendasikan untuk mendapat cairan infus.
Sumber: Parents