Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Timbangan Bayi
Dream - Segera setelah lahir, berat badan dan panjang bayi diukur dan dicatat. Setiap bulan, baik di Posyandu maupun pemeriksaan dokter untuk vaksin, berat badan bayi pun dipantau.
Kenaikan berat badan bayi jadi salah satu faktor penting dalam mengetahui kesehatan serta perkembangannya, apakah berjalan normal atau tidak.
Berdasarkan penelitian pada 2014, diketahui 1 dari 5 balita di Indonesia memiliki berat badan yang kurang. Menurut Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K) atau akrab disapar dokter Wawan,
berat badan anak ini memang harus dipantau.
Ketika berat badan anak di bawah normal atau stagnan dalam waktu lama, jangan segan untuk berkonsultasi. Bisa dengan dokter anak atau dokter anak subspesialis tumbuh kembang anak.
" Perlu waspada terhadap masalah berat badan kurang yang dapat terjadi pada anak. Berat badan kurang jadi salah satu permasalahan pertumbuhan yang mengacu pada berat badan dan
umur. Anak dapat terindikasi berat badan kurang jika berat badannya di bawah rata–rata anak seusianya dengan mengacu pada kurva pertumbuhan Badan Kesehatan Dunia (WHO)," ujar
dr. Wawan dalam acara 'Workshop Waspada Berat Badan Kurang Demi Masa Depan Si Kecil' yang digelar Nutricia Sari Husada Rabu, 26 April 2017.
Pemicu berat badan kurang ini cukup beragam. Bisa dipicu karena masalah hormon, asupan nutrisi atau memang penyakit tertentu. Jika dibiarkan, pertumbuhan anak akan terhambat dan berdampak pada kemampuan fisik dan kognitifnya. Tentunya bisa berefek pada kualitas hidup secara jangka panjang.
" Secara langsung, berat badan kurang dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi, aktivitas fisik, gangguan metabolik atau penyakit tertentu, serta pengaruh genetik/keturunan, hingga faktor tidak langsung seperti lingkungan dan sosio-ekonomi,” kata dr. Yoga Devaera Sp.A(K), Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik.
Untuk itu jangan anggap sepele jika anak dirasa terlihat sangat kurus, berat badannya tak kunjung naik, apalagi jika ia terlihat lemah secara fisik. Dengan berkonsultasi dengan dokter nantinya akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh, untuk mengetahui pemicu utama serta terapi terbaik untuk meningkatkan berat badannya.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa