Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tak ada pasangan suami istri yang ingin bercerai. Tapi kondisi berkata lain, apapun bisa terjadi di tengah perjalanan rumah tangga. Perceraian pun dianggap keputusan paling tepat daripada menjalani hubungan pernikahan yang tidak sehat.
Efek dari perceraian ini tentu begitu besar dan yang paling terkena dampaknya adalah anak-anak. Satu hingga dua tahun anak-anak akan mengalami masa yang sulit. Setelah keputusan dibuat mereka harus menghadapi kenyataan pahit orangtuanya tak lagi bersama.
" Sebelumnya mereka jadi 'saksi' pertengkaran, suasana rumah penuh amarah, bahkan seringkali anak merasa menjadi penyebab perceraian orangtuanya. Kepercayaan dirinya bisa sampai titik terendah," ujar Colette Harrod, seorang psikolog keluarga.
Banyak anak menyalahkan diri mereka sendiri karena konflik orangtua, terutama ketika konflik adalah tentang pengasuhan atau perilaku anak. Jika anak percaya bahwa mereka telah menyebabkan konflik, hal ini haru segera dipulihkan.
" Ayah dan ibu yang bercerai memiliki utang penjelasan pada anaknya untuk memberi tahu pada mereka kalau hal itu dilakukan bukan karena anak-anak. Tapi karena masalah orangtua sendiri. Jangan sampai membuat anak merasa bersalah dan bingung tanpa penjelasan," ungkap Harrod.
Keputusan sudah diambil, hal ini pastinya akan melukai anak secara mendalam. Orangtua tetap harus membagi tugas agar pengasuhan anak bisa berjalan dengan baik. Jangan ada lagi pertengkaran di depan anak, apalagi saling menjelekkan.
" Cari bantuan orang lain sebagai penengah agar pengasuhan setelah perceraian bisa dibicarakan dengan baik dan seimbang. Ingat, anak-anak masih terus membutuhkan pengasuhan ayah dan ibunya hingga dewasa," kata Harrod.