Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Anak Bermain (Foto: Shutterstock)
Dream - Albert Einstein pernah mengatakan " bermain adalah bentuk tertinggi dari sebuah penelitian" . Tentu hal ini bukan tanpa alasan. Sebagai ilmuwan yang pemikiran dan ilmunya masih dipakai sampai hari ini, Einstein tentu melakukan serangkaian penelitian rumit.
Ia pun beranggapan kalau dengan bermain, bukan hanya sekedar membuat anak merasa senang. Saat bermain anak melakukan eksplorasi, belajar hal baru, mengontrol emosi, mengenal orang lain serta lingkungannya.
" Bagi anak, taman bermain bukan sekedar area untuk bersenang-senang. Imajinasinya akan terbangun, rasa penasaran akan muncul dan ia mencoba mencari tahu kerja mainan-mainan di
sekitarnya. Otaknya seperti aliran listrik yang dinyalakan," ujar Becky Mansfield, seorang praktisi pendidikan anak.
Ayunan, seluncuran, bebatuan, bahkan daun-daun yang jatuh di sekitarnya akan jadi 'bahan' penelitian. Dengan bergerak saat bermain, sambil mengamati, fisiologis otak dan tubuh akan
menjadi sangat aktif.
" Oksigen masuk dengan maksimal ke seluruh organ saat mereka bermain dengan bergerak. Termasuk ke otak dan mengaktifkan neuron-neuronnya sehingga terstimulasi maksimal.
Kemampuan motoriknya pun juga terasah," kata Mansfield.
Untuk itu pastikan setiap hari si kecil bermain secara aktif. Artinya bermain yang melibatkan fisik dan fokusnya. Bisa dengan bermain bola, sepeda, lempar balon. Akan lebih baik jika ada teman sebayanya di mana anak juga akan belajar mengenal karakter orang lain dan bersosialisasi.
Sumber: The Maven
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari