Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Ibu Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Rengekan, menangis, atau 'menawar' dengan aturan yang diterapkan, kerap dilakukan anak. Anak-anak memang sangat pintar dalam hal meluluhkan hati orangtuanya. Aturan yang awalnya ingin dilakukan orangtua pun akhirnya menjadi sebuah negosiasi.
Lalu haruskah sebagai orangtua kita bernegosiasi dengan anak? Jawabannya, sangat tergantung dari situasi. Beberapa ahli pengasuhan anak ada yang berpikir bahwa bernegosiasi dengan anak justru bisa mengajarkan bahwa mereka dapat lolos dari konsekuensi perbuatannya.
Ada juga yang berpendapat negosiasi justru mengajarkan anak keterampilan hidup dengan berpikir kritis dan menyampaikan argumen. Ada saat ketika Anda sebaiknya melakukan negosiasi, namun ada juga saatnya harus tegas dengan aturan dan prinsip. Ketahui perbedaan keduanya.
Tak perlu bernegosiasi
Bila Anda membuat peraturan, jadwal dan tugas untuk anak-anak, maka ada target waktu dan kedisiplinan. Misalnya, jadwal bangun pagi, tidur malam, nonton televisi dan bermain di luar
rumah di jam-jam tertentu. Ini mengajarkan perilaku bertanggung jawab dan membentuk rutinitas. Bila anak melakukan penawaran dan mengajak bernegosiasi maka akan berdampak pada rutinitasnya.
Misalnya saat ia tidur sangat larut karena main atau menonton, esoknya bangun kesiangan, PR juga belum dikerjakan dan hal-hal lain yang berdampak domino. Jadi soal aturan rutinitas
sebaiknya jangan bernegosiasi. Anak nantinya malah bisa melakukan negosiasi lanjutan.
Bisa bernegosiasi
Ada kalanya pendapat anak-anak sangat dibutuhkan terutama soal kesukaan dan pendidikan mereka. Bisa dengan menanyakan pendapat atau dimulai dengan pertanyaan 'suka atau tidak?
Saat memilih sekolah misalnya, mungkin keputusan terbesar berada di tangan orangtua, tapi pendapat anak harus didengar, karena mereka yang akan bersekolah setiap harinya.
Jangan sampai anak tak suka sekolah, ekstrakurikuler atau les yang dijalaninya dan hanya membuat mereka jenuh serta kelelahan. Bukankah pendidikan yang dijalani anak memang untuk dirinya dan bukan menyenangkan orangtua? Jadi pastikan pendapatnya juga didengar. Jika ia menyampaikan argumentasi yang baik, pertimbangkan dan bicarakanlah secara detail.
Untuk itu pintar-pintarlah membaca situasi. Lakukan keseimbangan. Kunci dalam membuat negosiasi adalah bukan untuk menghentikan tangisan atau rengekan. Tapi negosiasi bisa
dilakukan saat dia membuat argumen yang logis.
Sumber: Verywell
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram