8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi
Dream - Rachel Joy Piland (30) dan suaminya Joshua Piland (36) membuat keputusan yang sangat tak bisa diterima nalar, yaitu membiarkan bayinya sakit hingga meninggal dunia dan tak mencari bantuan medis. Keputusan kontroversial mereka kini sedang jadi perbincangan hangat di Michigan AS.
Pasalnya, Rachel dan Joshua, harus menghadapi konsekuensi hukum atas keputusannya itu. Pasangan ini dituntut melakukan pembunuhan secara tak disengaja dan hukumannya adalah
penjara.
Kasus ini bermula pada Februari 2017 lalu, saat Rachel melahirkan bayinya dibantu oleh seorang bidan. Seperti dikutip dari Foxnews, Rachel melahirkan seorang putri yang diberi nama
Abigail pada 6 Februari. Saat itu, kondisi bayi Rachel tidak stabil karne kadar bilirubinnya tinggi atau kuning.
Sang bidan, meminta Rachel untuk membawa Abigail ke rumah sakit agar bisa diberikan fototerapi. Namun Rachel tak melakukannya.
" Rachel tak mengikuti saran bidan dan mengatakan pada bidan tersebut kalau Tuhan tak pernah berbuat kesalahan. Rachel terus menekankan bahwa bayinya baik-baik saja. Pada 8
Februari keluar darah dari hidung Abigail. Rebecca, ibu Rachel, ingin membawa cucunya ke rumah sakit tapi lagi-lagi, Rachel menolaknya," ujar detektif Peter Scaccia, yang menangani
kasusnya, seperti dikutip dari Lansing State Journal.
Memilih berdoa

Rachel malah membawa Abigail dengan hidung penuh darah ke kamar suaminya, Joshua. Menuju lantai atas, Rachel menghampiri suaminya yang sedang tidur. Joshua mencoba melakukan pertolongan dengan CPR tapi gagal.
" Pasangan ini bukan langsung lari ke rumah sakit tapi membawa Abigail ke dekat jendela agar mendapat udara. Mereka lalu memanggil kerabat gerejanya untuk datang dan berdoa," ungkap detektif Scaccia.
Polisi kemudian datang ke rumah Joshua dan Rachel dan menemukan Abigail sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dari hasil outopsi, Abigail meninggal karena mengalami hyperbilirubinemia.
" Dari keterangan dokter, jika bayi itu mendapat perawatan, nyawanya bisa diselamatkan, ini tak bisa diterima," kata Scaccia.
Pasangan Joshua dan Rachel diketahui merupakan pengikut ajaran Faith Tech Ministries. Polisi pun melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait ajaran sekte tersebut dan kaitannya terhadapan keputusan Joshua dan Rachel yang melakukan pembiaran terhadap bayinya yang sedang sakit.
Saat ini Joshua dan Rachel sedang menghadapi rangkaian sidang di pengadilan Michigan. Mereka bisa dituntut 15 tahun penjara.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian