8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Nak Main Dengan Telanjang Kaki (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat si kecil main di luar rumah, pasti kita selalu memperingatkannya untuk mengenakan sandal atau sepatu. Kekhwatiran tergores, terluka atau tertusuk benda tajam memang jadi hal yang membuat orangtua tak pernah membiarkan putra-putrinya untuk bermain dengan telanjang kaki.
Sebenarnya hal ini tak sepenuhnya benar. Main dengan telanjang kaki akan membuat anak-anak lebih mendapatkan rangsangan sensori yang maksimal, saat menginjak tanah, rumput, pasir dan tekstur lainnya. Efeknya, sangat baik untuk pertumbuhan fisik dan mental si kecil.
Ingin tahu apa saja?
Belajar keseimbangan
Telapak kaki memiliki fungsi sebagai sistem taktil menerima rangsangan saat anak berjalan. Sementara, sistem vestibular membantu mereka menjaga keseimbangan ketika berdiri dan bergerak.
Reseptor kecil di tubuh anak-anak ini menyebabkan pergeseran berat badan dari satu kaki ke kaki lainnya. Sehingga membuat anak bisa bermanuver dengan berbagai tekstur tanpa jatuh saat mereka membawa satu kaki ke depan untuk melangkah.
Telanjang kaki meningkatkan respons tubuh
Segala jenis varian dalam pengalaman sentuhan membuat seseorang lebih sadar akan bagian tubuh mereka yang disentuh. Jadi, ketika seorang anak berjalan atau berdiri di atas rumput atau karpet licin, dia jauh lebih sadar akan letak kakinya dengan bagian tubuhnya yang lain bahkan tanpa harus memikirkannya. Ini disebut proprioception, bagian penting dari integrasi sensorik yang bekerja bersamaan dengan sistem vestibular untuk keseimbangan optimal dan kesadaran tubuh.
Keuntungan ortopedik
Dengan bermain tanpa alas kaki, jari-jari bagian depan lebih banyak bergerak dan mendapat rangsangan. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan jarri-jari dan bagian kaki lainnya. Baik ketika berlari, mencengkram dan beradaptasi dengan berbagai tekstur. Anak pun nantinya bisa lebih seimbang saat berdiri dan pandai menyesuaikan diri dalam kondisi apapun.
Lebih tenang dan berani
Bertelanjang kaki identik dengan bermain di halaman, lapangan luas, menginjak rumput, memanjat pohon dan segala macam aktivitas fisik yang berkaitan dengan alam. Sering-seringlah mengajak anak bermain di luar rumah terutama di alam terbuka. Angin yang segar, suara burung, air, tumpukan debu sebenarnya bisa menjadi 'makanan' bagi jiwanya agar jadi pribadi yang menyenangkan, berani dan lebih tenang.
Sumber: The Inspired Tree House
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian