Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Susu Putih (Foto: NDTV)
Dream - Banyak yang beranggapan anak yang sering minum susu berisiko tinggi mengalami kegemukan. Lemak hewani dari sapi yang cukup tinggi seringkali dianggap 'musuh'. Padahal faktanya tak selalu demikian.
Menurut dr. Marudut, seorang ahli gizi, susu merupakan sumber nutrisi yang sangat baik. Protein ini dibutuhkan anak untuk pertumbuhan fisik dan kognitif anak.
" Susu mengandung protein dan kalsium yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mengganti jaringan yang rusak di dalam tubuh," kata dr. Marudut dalam Diskusi Cerdas Frisian Flag di Kawasan Tulodong, Jakarta selatan, Kamis, 26 Januari 2017.
Susu, menurut dr. Marudut, merupakan minuman yang sangat mudah dicerna tubuh. Hampir 95% kandungan yang ada di susu dapat dicerna tubuh. Ia juga mengungkap kalsium dan protein susu bisa berdampak signifikan pada pertumbuhan tinggi badan anak.
Saat susah makan, anak seringkali diberikan susu. Sebenarnya hal ini bisa dilakukan tapi tak boleh dibiarkan terjadi dalam waktu lama. Menurut dr. Marudut, anak perlu sumber nutrisi lain seperti vitamin, mineral, serat dan zat lain yang tak ada di dalam susu.
" Pada saat dia susah makan, minum susu tidak masalah, tapi pelan- pelan kembalikan gizi seimbangnya. Upayakan agar anak kembali mau makan, bisa dengan membuat menu baru atau mencari kesukaannya," kata dr. Marudut.
Susu sifatnya melengkapi saja dan bukan sumber nutrisi utama. Konsumsi makanan tetap harus dilakukan secara teratur agar kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik. Sehingga, ia pun bisa tumbuh dengan maksimal.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest