8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Ding Ding Dan Ibunya Di Acara Kelulusan (Foto: Weibo)
Dream - Ding Ding lahir dalam kondisi yang sangat menyedihkan pada 1988. Ia menderita cerebral palsy. Dokter pun memvonis otak dan ototnya tak akan mampu berkembang secara optimal dan butuh bantuan sepanjang hidupnya.
Zou Hongyan, sang ibu, tak lantas menyerah begitu saja. Ia yakin bisa membesarkan Zou dengan baik dan menjadikannya anak yang sehat dan pintar. Sang suami tak mendukung keputusan Zou dan malah mengatakan hal yang membuatnya sakit hati.
" Jangan sampai anak ini kita urus, akan jadi beban kita sepanjang hidup," ujar suami Zou.
Zou pun akhirnya memutuskan bercerai. Ia mengurus sendiri Ding Ding. Demi membiayai kehidupan dan pendidikan sang anak, dua pekerjaan diambilnya. Saat libur, Ding Ding dibawanya ke tempat terapi untuk membuat otot-ototnya bisa bekerja dengan baik.

" Aku juga belajar memijat otot Ding Ding diajari oleh para terapis. Selalu mengajarinya berbagai pelajaran termasuk memberikan segala macam permainan edukatif untuknya," ujar Zou.
Dalam aktivitas sehari-hari Zou juga cukup keras terhadap Ding Ding. Ia memaksa sang anak untuk belajar makan dengan sumpit, padahal saat itu jari-jari Ding Ding sangat kaku. Zou tak ingin sang anak merasa minder dengan kekurangannya dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari sendiri.

" Karena Ding Ding punya kekurangan dalam hal fisik, maka ekspektasiku padanya pada hal lain, dan begitu besar. Ia harus bekerja jutaan kali lebih keras daripada orang lain agar hidup lebih baik," kata Zou.
Lulus Dua Gelar
Usaha Zou menuntun Ding Ding berbuah hasil. Sang anak bisa mengikuti pelajaran hingga duduk di bangku kuliah. Ding Ding berhasil lulus dari Peking University's pada 2011 dan mendapat gelar sarjana ilmu lingkungan.
Pada tahun yang sama ia juga mengambil jurusan hukum internasional dan menyelesaikannya dengan baik. Dua tahun bekerja, Ding Ding mengirimkan aplikasi untuk bisa melanjutkan pascasarjana di Harvard Law School.
" Aku tak pernah bermimpi untuk sekolah di Harvard. Ibuku yang tak pernah lelah memotivasiku untuk mencoba. Ketika aku merasa ragu, ia yang meyakinkanku," ujar Ding Ding.
Aplikasi Ding Ding diterima oleh Harvard. Bahkan ia mendapat beasiswa, yaitu 75 persen biaya pendidikan ditanggung oleh pihak kampus. Hal ini menurut Ding Ding tak akan bisa didapatkannya tanpa tuntutan dan kerja keras dari sang ibu.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi