Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap ibu tentu ingin gizi anaknya tercukupi. Ketika bayi mulai menunjukan tanda siap makan, saat itulah ibu dapat memberikan makanan pendamping ASI (MPASI).
Menu yang banyak diberikan oleh para ibu untuk MPASI buah hati adalah buah dan sayur. Seperti avokad, pisang, melon, jeruk, brokoli dan masih banyak lagi. Meskipun memiliki kandungan vitamin yang tinggi, tapi buah dan sayur tak bisa mencegah stunting.
Yaitu kondisi di mana anak mengalami kekurangan gizi kronis yang membuat tubuhnya pendek dan memiliki kemampuan kognitif yang rendah. Stunting justru terjadi karena anak kekurangan hewani. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis nutrisi dan penyakit metabolik anak, Damayanti Rusli.
"Lemak menyumbang pertumbuhan otak sebesar 60 persen. Zat yang berkaitan dengan growth hormone itu asam amino essential. Kalau protein nabati saja tidak cukup. Boleh dikonsumsi, tapi komponen hewaninya harus sesuai dengan yang didapat dari ASI," ujar Damayanti dalam acara acara Milk Versation Frisian Flag, di Jakarta, Rabu 23 Januari 2018.
Pertumbuhan anak tidak akan efektif jika hanya mengandalkan buah dan sayur. Menu harus didominasi dengan lemak, karbohidrat dan protein hewani hingga anak mencapai usia 2 tahun.
Campurkan dada ayam, nasi dengan telur dan blender sampai halus. Pastikan anak mengonsumsi susu UHT, bukan susu kental manis. Jangan ragu untuk memberi bumbu pada makanan. Bayi pada dasarnya sudah terbiasa mencicipi aneka cita rasa sejak di dalam kandungan.
"Air ketuban serta ASI itu rasanya berasal dari makanan ibu. Jangan takut, nanti malah kalau hambar dia jadi sulit makan," ujarnya.
Pastikan anak tidak mengalami malnutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Resiko stunting juga dapat dicegah dengan tidur yang cukup serta memantau tinggi dan berat badan anak secara rutin.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?


Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan