Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Usahakan Untuk Rutin Berolahraga Bersama Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Aktivitas fisik sangat dibutuhkan anak-anak untuk perkembangan fisik, motorik dan kesehatan mentalnya. Untuk itu, para orangtua sangat disarankan melakukan olahraga ringan dengan melibatkan anak-anak.
Seperti jalan kaki saat pagi, jogging, bermain bola atau berenang bersama. Namun ada kalanya anak malas diajak untuk rutin berolahraga. Michael Triangto, seorang dokter spesialis olahraga, memberikan tips untuk merayu anak agar mau berolahraga.
" Pada saat anak berolahraga, malas itu bisa terjadi. Tapi yang harus diingat, anak tidak pernah malas bermain. Makanya olahraga itu kita bentuk seperti bermain," ungkap dr Michael di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin, 20 November 2017.
Orangtua menurut, dr. Michael harus berperan aktif membuat permainan yang sebenarnya membuat anak banyak bergerak. Misalnya dengan permainan mencari 'harta karun' di sekitar taman atau rumah.
Bikin anak tertarik hadiah seru dan suasana yang kompetitif. Biasanya mereka jadi sangat tertarik untuk terlibat dalam permainan. Lomba lari, jalan cepat atau adu basket juga bisa jadi pilihan untuk anak yang lebih besar. Bagi anak yang suka bertualang, bisa dengan bersepeda dengan mencoba rute baru atau hiking dan camping bersama.
Bagi anak balita, orangtua memang harus ikut bermain secara aktif. Bukan hanya memberikan mainan mahal, tapi terlibat dengan keseruan. Hal inilah yang memancing anak-anak menyukai aktivitas fisik.
" Dibutuhkan orangtua yang mau ikut bermain. Seperti bermain kuda-kudan atau kereta-keretaan, anak akan meniru gerakan merangkak dan maju mundur yang kita lakukan. Sehingga dia bergerak, berolahraga, sensor motoriknya belajar dan terus distimulasi," ujar dr. Michael.
Bagi orang dewasa, aktivitas main dan canda mungkin terlihat sepele. Tapi faktanya sangat dibutuhkan untuk menstimulasi perkembangan fisik dan mental anak.
" Anak itu bisa dikatakan kemampuannya nol, orangtua harus mengajarkan supaya anak punya kemampuan-kemampuan dasar tadi. Sehingga pada saatnya dia harus melakukan tugas-tugas yang serius dan berat, dia siap," ungkap dr. Michael.