Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Pendidikan Seks
Dream - " Bayi berasal dari perut ya, Bunda?" , " Kok bisa ada dedek bayi di perut Bunda?" . Hal itu mungkin gambaran pertanyaan yang dilontarkan anak terkait seks. Keingintahuan mereka merupakan hal wajar dan pertanda kalau anak mulai berpikir kritis.
Akan sangat baik jika anak mendapat informasi soal pendidikan seks dari orangtuanya. Untuk itu, Sahabat Dream yang buah hatinya sudah mulai kritis dan melontarkan banyak pertanyaan, persiapkan mental untuk menjawabnya.
Ingat, jangan memarahi jika anak mulai bertanya soal seks. Lebih baik Anda membahasnya bersama anak. Lalu bagaimana membicarakan pendidikan seks pada anak? Coba empat langkah berikut.
Ikuti ABLE
Salah satu yang bisa diikuti saat mulai membicarakan seks pada anak adalah ABLE (ask, be ready to answer, listen to what they're saying, and encourage more questions). Hal tersebut direkomendasikan oleh American Academy Pediatric (AAP).
" Bisa memulai dengan bertanya padanya, tapi pastikan siapkan diri untuk menjawab, lalu dengarkan dengan seksama penjelasan anak. Minta juga anak mengajukan pertanyaan seputar seks yang ingin diketahuinya pada Anda," kata Cora Collette Breuner, MD, kepala AAP Committee on Adolescence.
Ikuti keingintahuan anak
Jika anak mulai bertanya, jawablah inti dari pertanyaan. Apabilan jawaban Anda sudah membuatnya puas dan ia kembali bermain dan fokus pada hal lain, berarti penjelasan bisa berhenti. Tapi jika anak masih penasaran dan bingung, tugas Anda menjawab berarti belum selesai. Sesuaikanjawaban dengan rasa penasaran dan keingintahuan anak.
Jangan menunda
Untuk anak perempuan sebaiknya dijelaskan soal haid dan konsekuensinya sebelum mereka mengalami. Misalnya ketika ibu, tante atau sepupu perempuannya harus menggunakan pembalut. Hal itu bisa jadi awal untuk menjelaskannya. Biasanya anak mulai haid di usia 9 atau 10, di usia 8 Anda sudah bisa menjelaskan. Bisa memberikan buku soal reproduksi perempuan dengan gambar agar anak lebih mengerti.
" Lalu pada anak laki-laki, biasanya lebih mudah dijelaskan oleh ayah. Untuk lebih mengerti bisa juga memberikan buku soal reproduksi laki-laki. Penting juga diajarkan bagaimana mereka harus melindungi dan menjaga kesehatan organ intimnya," kata Breuner.
Buat diskusi terus berlanjut
Jika anak mulai memasuki masa puber dan mengajukan pertanyaan, tandanya Anda harus siap menjawab apapun itu. Usahakan untuk membekali diri dengan informasi yang tepat. Cari sumber info yang berkualitas atau bisa mengajaknya sesekali ke dokter. Dokter anak biasanya terlatih menjelaskan hal terkait kesehatan reproduksi anak.
Buat anak merasa nyaman membicarakannya dengan Anda dan pasangan. Jangan sampai ia mendapat informasi yang salah soal seks. Biasanya jika anak tak mendapat info yang tepat dari orangtua, ia akan mencarinya di luar, bisa dari teman atau internet. Efeknya bisa saja negatif.
Sumber: AAP
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha