Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Air Purifier (Foto: Shutterstock)
Dream - Anak-anak dan yang memiliki riwayat alergi debu cenderung akan lebih mudah bereaksi terhadap udara yang kotor. Termasuk juga udara dingin dan ketika di sekitar rumah terdapat banyak bunga dan serbuk sari.
Objek tak kasat mata seperti debu, remahan kayu serta bulu dari karpet ataupun hewan peliharaan bisa menjadi pemicunya. Seringkali disepelekan, partikel tersebut bisa masuk diam-diam ke dalam tubuh.
Saat reaksi alergi muncul, si kecil bisa jadi bersin terus-menerus, batuk, pilek hingga matanya gatal kemerahan bahkan sesak napas. Kunci utama untuk meminimalisir reaksi alergi debu
adalah dengan membersihkan rumah.
Hunian harus dibersihkan semaksimal mungkin agar terbebas dari partikel alergen. Ada tiga langkah penting yang bisa Anda lakukan untuk membuat rumah bebas zat alergen atau pemicu
alergi.
1. Pasang air purifier
Alat ini mampu menyaring udara yang ada disekitarnya. Fungsi utamanya adalah untuk membersihkan udara dari partikel debu, kotoran atapun bulu halus. Meskipun harganya agak sedikit mahal, alat ini sangat baik digunakan di kamar bayi atau rumah dengan penghuni yang memiliki riwayat asma dan alergi.
Jika sudah memasang air purifier, penting untuk membersihkannya secara teratur. Membiarkannya tak dibersihkan dalam waktu lama justru malah akan memicu reaksi alergi.
2. Pelindung/cover
Benda dengan permukaan yang terbuat dari kain sebaiknya diberikan pelindung. Hal ini karena serat kain dapat dengan mudah terbang dan terhirup oleh penghuni rumah. Untuk
mencegahnya, Anda bisa pasangkan pelindung yang terbuat dari bahan anti alergi. Beberapa produsen bahkan melengkapi alat pelindung dengan formula anti tungau dan jamur.
Pelindung ini berbentuk seperti cover kain yang bisa dipasangn di matras tempat tidur atau sofa. Bersihkan juga secara teratur dengan membilasnya dengan air dan sabun lembut.
3. Pencucian rutin
Tak hanya ditutupi, penting juga mencuci kasur dan sofa dengan memanggil layanan khusus. Seprai dan sarung bantal serta guling juga wajib dicuci secara teratur.
Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, selimut sebaiknya dicuci satu kali dalam seminggu. Anda tidak tahu ada berapa banyak bakteri serta partikel berbahaya yang menumpuk di dalamnya. Membiarkannya dalam kondisi kotor bisa membuat si kecil batuk, pilek tak berkesudahan bahkan sesak napas saat tidur malam hari.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Real Simple
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?