5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Anak Mengerjakan PR (Foto: Shutterstock)
Dream - Pekerjaan rumah (PR) atau tugas sekolah jadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari pendidikan anak-anak. Tugas diberikan guru dengan maksud agar anak bisa mengerti materi dengan lebih baik dan orangtua terlibat aktif dalam pendidikan anak di sekolah.
Banyak orangtua yang cenderung malas mendampingi anak saat mengerjakan PR. Padahal hal ini sangat dibutuhkan anak, bukan untuk membantu mengerjakan tapi memberi motivasi. Bisa juga untuk membangun komunikasi antara anak dan orangtua agar jadi lebih baik.
" Orangtua seringkali terjebak dengan 'nanti anaknya hapal'. Padahal, pikiran anak terbiasa berhenti jika pertanyaannya habis. Nah, orangtua harus mengganti gaya belajar supaya anak terdorong untuk cari tahu jawabannya sendiri," ungkap Vera Itabiliana, psikolog Anak saat ditemui dalam acara Kidzania, di Jakarta Sekatan, Senin 25 Maret 2019.
Vera juga menegaskan bahwa orangtua tidak hanya perlu memberi konten pembelajaran pada anak, tapi juga cara belajarnya. Hal ini agar anak mengetahui cara menemukan solusinya.
" Misalnya saat mengerjakan PR. Orangtua tugasnya hanya membantu, bukan mengerjakan. Tanya PR-nya apa. Kalau sudah tahu cara mengerjakan, tanya lagi kesulitannya. Jadi, tahu harus membantu apa," pesan Vera.
Dengan cara tersebut, anak akan terbiasa mandiri untuk mencari solusi dan mengerjakan tugas-tugasnya. Begitupun saat anak belajar di rumah, usahakan buat suasana belajar yang nyaman baginya.
" Lakukan yang terbaik. Yang penting, jangan tiru cara belajar di sekolah seperti duduk rapi dan lain-lainnya. Di rumah harus lebih santai dan lebih mandiri. Tapi, tetap dibimbing," kata Vera.
Agar anak merasa nyaman belajar di rumah, orangtua bisa mengikuti cara belajar anak dan mengenali karakternya. Seperti apakah anak merupakan tipe pembelajar auditori, visual atau kinestetik.
" Jangan lupa untuk selalu menerima karakter belajar anak, menghargai usahanya dan mendengarkan opininya," tutup Vera.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
