Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi anak-anak di Palu dan Donggala sampai saat ini masih sangat mengkhawatirkan. Banyak dari mereka yang kehilangan orangtuanya, ada yang terpisah jauh, bahkan tak mengetahui keberadaan orangtuanya.
Terbiasa tinggal bersama orangtua di rumah, namun kini mereka tinggal berdesakan di pengungsian bersama banyak orang. Belum lagi merasakan trauma mendalam setelah mengalami gempa dan tsunami yang begitu dahsyat.
Masalah psikis dan psikologis mengancam anak-anak yang berada di pengungsian atau daerah bencana. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan beberapa hal yang bisa dilakukan demi mengurangi dan meminimalisir trauma pada anak di area bencana.
- Berikan kesempatan bagi anak untuk bertanya mengenai situasi dan kondisi yang terjadi saat bencana. Jangan segan memberi penjelasan terkait apa yang terjadi namun sampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak
- Berikan kenyamanan pada anak bisa dengan memeluk saat anak merasa takut. Bisa juga membuat nyanyian atau yel- yel penyemangat agar anak kembali bersemangat.
- Sediakan mainan atau barang-barang yang disukai anak. Mereka sangat butuh aktivitas yang menyenangkan meskipun dengan alat terbatas.
- Penting untuk menyediakan area khusus anak-anak yang terpisah atau tak diketahui orangtuanya. Para tetangga serta orang-orang disekitar bisa menjadi pengasuh anak-anak untuk memberi mereka rasa nyaman dan tenang sampai orangtuanya ditemukan.
- Ajak anak berinteraksi dengan teman-temannya. Bisa dengan bermain atau pada anak yang lebih besar dilibatkan untuk membantu. Aktivitas yang seru sangat dibutuhkan untuk mengalihkan kesedihannya.
Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya