Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Foto: Shutterstock
Dream - Anak-anak dengan down syndrome kerap dipandang sebelah mata. Meski memiliki kekurangan, sebenarnya mereka bisa hidup dengan baik jika diarahkan dengan tepat.
Terutama jika mempunyai bakat khusus. Tak sedikit dari mereka yang menorehkan prestasi cemerlang.
Ketua Umum Yayasan POTADS, Sri Handayani mengatakan bahwa ADS berpotensi memiliki bakat yang tinggi sejak dini.
" Ada yang pandai melukis, menari bahkan olahraga. Namun kita tak pernah tahu apa bakat mereka jika tidak dikenalkan sejak kecil," tuturnya usai acara fashion show Alleria Batik di Jakarta, Kamis 14 Februari 2019.

Unjuk Bakat Melukis di Alleria Batik (Foto: Annisa Mutiara/Dream)
Untuk menemukan bakat si kecil, anak dengan down syndrome (ADS) sebaiknya diperkenalkan dengan berbagai aktivitas. Anak akan menilai kegiatan mana yang menjadi passion dirinya.
" Nantinya seleksi alami, dia tinggalin yang tidak disukai," kata Sri.
Ketika si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda minat terhadap aktivitas, saatnya orang tua mengasah bakat tersebut. Lakukan kegiatan secara rutin bersama si kecil.
Perlu diingat bahwa kemampuan kognitif ADS berbeda-beda. Ada di antara mereka yang memiliki IQ rendah. Di kasus tersebut, orangtua memegang peran penting untuk tumbuh kembangnya.
" Proses mengajarnya memang berulang kali. Tapi yang paling penting harus sabar dan secara terus menerus menggali kemampuan mereka," imbuhnya.
Lakukan stimulasi setiap hari dengan mengajak ngobrol si kecil. Mendengar musik dapat melatih perkembangan sensori. Sedangkan bernyanyi dapat membantu mereka dalam melatih kosakata.
Jangan takut untuk membawa si kecil bertemu orang banyak. Hal itu dapat memberi pengalaman interaksi dengan lawan bicara.
Jika tantrum mulai melanda, pastikan untuk memberi rasa aman dengan mengelus punggungnya.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?