Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Keputusan untuk menjalani program hamil memang sebaiknya dilakukan secara optimal. Bukan hanya oleh calon ibu tapi juga calon ayah. Memeriksakan kondisi kesuburan ke dokter bersama-sama merupakan langkah yang sangat baik.
Sederet pemeriksaan medis bakal dilakukan. Jika nantinya memutuskan untuk menjalani program khusus, ada perubahan penting untuk diterapkan sehari-hari. Salah satunya dalam hal asupan harian.
Beberapa jenis makanan memiliki efek khusus pada kesuburan. Berikut makanan-makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat jalani program hamil.
- Menstruasi
HSaat menstruasi tubuh kehilangan level zat besi secara signifikan. Rata-rata perempuan kehilangan 30-40 mililiter darah selama tiga hingga tujuh hari menstruasi.
" Zat besi melekat pada sel darah merah, jadi cara kehilangannya adalah dengan pendarahan," kata Elizabeth Ward, seorang konsultan gizi.
Zat besi sangat berperan dalam hal menjaga vitalitas tubuh, menstabilkan level hormon dan juga tingkat kesuburan. Untuk itu konsumsi makanan kaya zat besi saat menstruasi demi program hamil yang lebih sukses.
- Fase folikular
Selama fase folikuler, tubuh bekerja keras untuk mengembangkan folikel yang dominan dan meningkatkan kadar estrogen sedang. Perempuan yang mengalami fibroid dan endometriosis sering memiliki terlalu banyak estrogen. Dalam fase ini disarankan untuk mengonsumsi banyak sayuran berbiji seperti brokoli, kale, kubis, dan kembang kol yang mengandung phytonutrien yang disebut di-indolylmethane (DIM).
Zat tersebut dapat membantu tubuh memproses metabolisme estrogen dengan lebih baik. Bisa juga mengonsumsi telur dan ikan dan sayuran hijau.
- Ovulasi
Ketika mendekati ovulasi, tubuh membutuhkan banyak vitamin B dan nutrisi lain untuk mendukung pelepasan sel telur dan mendorong implantasi. “ Zinc dapat membantu dengan pembelahan sel dan produksi progesteron dan vitamin C. Zinc juga ditemukan dalam jumlah tinggi di folikel setelah sel telur dilepaskan dan dapat berperan dalam produksi progesteron,” kata Blakeway.
Asam lemak esensial juga penting selama fase ini. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi suplemen ikan dan minyak ikan. Asam lemak ini juga meningkatkan aliran darah ke rahim dan mendukung pembukaan folikel untuk melepaskan sel telur.
Sumber: Parents