Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak para ibu hamil yang mengeluhkan timbulnya bercak atau noda kecokelatan di kulit wajah saat hamil. Dalam istilah kedokteran kondisi tersebut disebut melasma.
Salah satu teori mengungkap hal itu bisa terjadi ketika melanosit (sel-sel yang menghasilkan warna kulit dalam tubuh) mulai memproduksi terlalu banyak warna. Perubahan hormon secara drastis bisa jadi penyebabnya.
" Setiap perubahan hormon, seperti menggunakan kontrasepsi atau hamil, dapat memicu melasma," jelas Elin Raymond, seorang dokter kandungan di Toronto, seperti dikutip dari Todays Parent.
Paparan sinar matahari adalah faktor risiko utama lainnya. Sinar UV dapat memicu timbulnya melasma dan memperburuknya pada seseorang yang sudah memilikinya.
Melasma, sebagian besar muncul di wajah, di daerah yang terkena sinar matahari seperti pipi, hidung, bibir atas dan dahi.
Ada juga yang muncul di dada atau lengan, tetapi itu tidak biasa. Bercak melasma biasanya simetris, muncul di kedua sisi wajah. Lima puluh hingga 70 persen wanita hamil akan mengalami melasma.
" Tidak ada cara pasti untuk mencegah melasma, tetapi Anda bisa meminimalisir kemunculannya dengan menggunakan tabir surya dengan sun protection formula," ungkap ELin.
Pilih tabir surya dengan SPF yang lebih tinggi antara 50 atau 60. Saat ke luar rumah di siang hari, disarankan menggunakan payung atau topi lebar. Perawatan menyeluruh baru bisa dilakukan setelah melahirkan.
Pasalnya, produk-produk untuk mengatasi masalah kulit cenderung tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun