Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Penanganan Bayi Oleh Tim IDAI Di Lombok (Foto: Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Dream - Gempa bumi yang terjadi secara beruntun di Lombok, Nusa Tenggara Barat membuat kondisi kesehatan ibu hamil dan bayi cukup mengkhawatirkan. Rumah-rumah banyak yang hancur sehingga ibu dan bayi harus tinggal di pengungsian dengan fasilitas yang sangat minim.
Sebuah cerita miris soal kasus bayi baru lahir di Lombok diceritakan dr. Yogi Prawira SpA (K) di akun Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Seorang bayi yang baru berusia 4 hari datang ke RS Lapangan Lombok Utara. Bayi tersebut mengalami kejang berulang hingga henti napas.
Salah seorang dokter anak, dr. Fadil Rulian, Sp.A menanganinya di IGD. Dari pemeriksaan diketahui tali pusat bayi berbau busuk, dengan bercak-bercak kehitaman.
" Oleh sang nenek, tali pusat diberi ramuan sirih. Lokasi pengungsian pun berdekatan dengan kandang hewan. Status imunisasi ibu tidak diketahui," tulis dr Yogi.
© Dream
Bayi tersebut kemudian ke RSUD provinsi karena membutuhkan penanganan yang lebih intensif dengan peralatan lebih lengkap. Saat bayi tersebut diantar menggunakan ambulans tidak semua mobil menepi memberi jalan.
" Kondisi bayi sudah sangat kritis saat tiba di ICU bayi RS rujukan. Saat ini bayi masih dalam keadaan kritis," ungkap dr. Yogi.
Ia pun berpesan pada para orangtua agar selalu menjaga kebersihan tali pusat pada bayi baru lahir.
Cukup dibersihkan dan dikeringkan saja. Tidak perlu diberikan obat atau ramuan apapun.
Pastikan untuk melakukan imunisasi secara lengkap. Pasalnya bayi dan anak yang belum mendapat imunisasi sangat rentan tertular penyakit, terutama dalam situasi bencana seperti di Lombok.
Hal yang juga sangat penting adalah menjaga empati saat berada di jalan. Selalu tepikan mobil jika ada ambulans lewat.
View this post on Instagram
Kondisi pasien di dalamnya pasti sangat membutuhkan pelayanan secara cepat
" Jika ada ambulans menyalakan sirene, menepilah dan beri jalan," tulis dr. Yogi
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha