Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Cerita Miris Dokter Tangani Bayi Sekarat di Pengungsian Lombok

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 12 September 2018 16:13
Cerita Miris Dokter Tangani Bayi Sekarat di Pengungsian Lombok
Bayi tersebut mengalami kejang berulang hingga henti napas.

Dream - Gempa bumi yang terjadi secara beruntun di Lombok, Nusa Tenggara Barat membuat kondisi kesehatan ibu hamil dan bayi cukup mengkhawatirkan. Rumah-rumah banyak yang hancur sehingga ibu dan bayi harus tinggal di pengungsian dengan fasilitas yang sangat minim.

Sebuah cerita miris soal kasus bayi baru lahir di Lombok diceritakan dr. Yogi Prawira SpA (K) di akun Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Seorang bayi yang baru berusia 4 hari datang ke RS Lapangan Lombok Utara. Bayi tersebut mengalami kejang berulang hingga henti napas.

Salah seorang dokter anak, dr. Fadil Rulian, Sp.A menanganinya di IGD. Dari pemeriksaan diketahui tali pusat bayi berbau busuk, dengan bercak-bercak kehitaman.

" Oleh sang nenek, tali pusat diberi ramuan sirih. Lokasi pengungsian pun berdekatan dengan kandang hewan. Status imunisasi ibu tidak diketahui," tulis dr Yogi.

1 dari 2 halaman

Ambulans Tak Diberi Jalan Lapang

Ambulans Tak Diberi Jalan Lapang © Dream

Bayi tersebut kemudian ke RSUD provinsi karena membutuhkan penanganan yang lebih intensif dengan peralatan lebih lengkap. Saat bayi tersebut diantar menggunakan ambulans tidak semua mobil menepi memberi jalan.

" Kondisi bayi sudah sangat kritis saat tiba di ICU bayi RS rujukan. Saat ini bayi masih dalam keadaan kritis," ungkap dr. Yogi.

Ia pun berpesan pada para orangtua agar selalu menjaga kebersihan tali pusat pada bayi baru lahir.

Cukup dibersihkan dan dikeringkan saja. Tidak perlu diberikan obat atau ramuan apapun.

2 dari 2 halaman

Pentingnya Imunisasi di Daerah Bencana

Pastikan untuk melakukan imunisasi secara lengkap. Pasalnya bayi dan anak yang belum mendapat imunisasi sangat rentan tertular penyakit, terutama dalam situasi bencana seperti di Lombok.

Hal yang juga sangat penting adalah menjaga empati saat berada di jalan. Selalu tepikan mobil jika ada ambulans lewat.

      View this post on Instagram

A post shared by Ikatan Dokter Anak Indonesia (@idai_ig) on

 

Kondisi pasien di dalamnya pasti sangat membutuhkan pelayanan secara cepat

" Jika ada ambulans menyalakan sirene, menepilah dan beri jalan," tulis dr. Yogi

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More