Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Suasana Dalam Kelas (Foto: NY Times)
Dream - Menghadapi satu anak dalam rumah kadang orangtua merasa sangat kewalahan. Bayangkan tugas para guru menghadapi belasan anak dalam kelas dengan polah yang berbagai macam.
Para guru memang punya trik khusus yang membuat mereka sangat dituruti oleh anak-anak. Peraturan-peraturan yang ada pun bisa berjalan dengan baik. Bagaimana kalau sebagai orangtua Sahabat Dream, sedikit menyontek para guru terutama dalam menerapkan sikap displin dalam rumah.
1. Tuliskan peraturan
Jangan segan untuk menulis peraturan yang Anda berlakukan di rumah. Misalnya, anak hanya boleh bermain gadget pada akhir pekan, jam 21.00 sudah harus masuk kamar dan menyiapkan buku pelajaran untuk besok.
Dengan menulis peraturan, anak jadi selalu ingat apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan. Taruh peraturan tertulis di are yang bisa dilihat buah hati, sehingga ia selalu bisa melihatnya. Tulislah dalam kalimat singkat, padat dan jangan terlalu panjang.
2. Jelaskan keinginan dan ekspektasi
Anak-anak kadang masih sulit mengetahui kenginan orangtua jika tak diungkapkan secara gamblang. Untuk itu jika meminta anak melakukan sesuatu, jelaskan secara detail. Seperti yang dilakukan para guru saat menyuruh murid mengerjakan tugas.
Misalnya, " adik nanti pulang sekolah langsung ganti baju, makan, lalu tidur siang ya, jangan main dulu, karena sore harus belajar mengaji. Kalau tidak istirahat nanti kelelahan" . Jelaskan sebab akibat secara detail, agar anak bisa mengerti. Lakukan ini berulang dan terus-menerus.
3. Ciptakan rutinitas terstruktur dan konsisten
Para guru membuat jadwal pelajaran dengan terstruktur. Dengan membangun struktur dan rutinitas yang baik, anak belajar mengatur waktu, bertanggung jawab pada tiap tugas, serta membagi fokus untuk tiap pelajaran. Anda juga bisa menerapkannya di rumah dengan membuat jadwal harian setelah pulang sekolah.
Tuliskan saja aktivitas dan pukul berapa anak harus melakukannya. Misalnya kapan dia harus istirahat, mengerjakan PR, mandi, mengaji, bermain dan jangan segan untuk memberinya 'tugas' rumah tangga contohnya menyiram tanaman. Dengan rutinitas yang terstruktur bisa membentuk sikap disiplin dan emosi yang terkontrol.
4. Menarik perhatian dengan berbisik
Para guru juga punya trik khusus agar didengarkan muridnya secara personal, yaitu berbisik dan mengajak bicara secara pribadi. Misalnya, jika Anda mendapati si kecil bertengkar dengan sang kakak, daripada berteriak menambah panas suasana, lebih baik pisahkan mereka lalu berbisiklah pada salah satunya. Dengan berbicara personal, empat mata, anak biasanya akan lebih mendengarkan.
Sumber: Very Well
Baca Juga: Facebook Bikin Panduan Khusus untuk Orangtua Rating Usia di Televisi Tak Selalu 'Aman' 3 Alasan Buah Hati Selalu Mengabaikan Omongan Anda Cari Tahu Alasan Buah Hati Menangis di Sekolah Duo Ibu Anak Berhijab Tampil Garang di Ring Tinju Tak Ada Lagi 'Perang' dengan Buah Hati Jelang Tidur Jangan Larang Jika Si Kecil Ingin Jadi 'Ultraman' Cara Hadapi `Storm Period` Anak Puber