Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Video Guru Mencukur Rambut Muridnya Viral (Foto: Cafemom)
Dream - Entah apa yang ada di pikiran Margaret Gienszinger, seorang guru asal California, Amerika Serikat (AS). Ia mencukur rambut muridnya di depan kelas sambil bernyanyi lagu kebangsaan AS.
Tak hanya itu, saat mencuku Margaret juga berteriak-teriak dan meracau. Awalnya, para murid mengira sang guru hanya bercanda saat meminta salah satu murid maju ke kelas.
" Sambil menggunting rambut ia bernyanyi dengan sangat keras dan melemparkan rambut yang dipotongnya ke belakang," ungkap salah satu siswa yang disembunyikan identitasnya.
Sambil memegang gunting, ia kemudian mencukur asal rambut sang murid tanpa sebab. Rambut yang sudah digunting lalu dibuangnya ke seluruh area kelas.
Insiden tersebut direkam secara diam-diam oleh salah seorang murid dan kemudian viral di media sosial.
© Dream
Setelah ramai diperbincangkan, polisi setempat tak tinggal diam. Pihak sekolah dan kepolisian pun melakukan penyelidikan khusus.
Margaret akhirnya dijerat dengan tuduhan membahayakan anak, termasuk penganiayaan dan penyerangan.
Pasalnya setelah kejadian menggunting rambut, Margaret sambil membawa gunting berusaha menyerang murid-muridnya. Para murid berhamburan dan meminta pertolongan.
Mereka menduga guru yang berusia 52 tahun ini mengalami masalah psikologis. Pasalnya, beberapa minggu sebelumnya juga sempat terjadi insiden di kelas tapi tak dijelaskan secara detail.
Para murid yang menjadi korban pun diminta melakukan konseling oleh pihak sekolah. Hal ini untuk menghilangkan trauma. Sang guru kini harus menjalani proses hukum.
Sumber: Cafemom
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya