Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Dehidrasi Bisa Memicu Anak Alami Gangguan Kecemasan

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 27 April 2018 10:05
Dehidrasi Bisa Memicu Anak Alami Gangguan Kecemasan
Terasa lemas, tak bergairah, sakit kepala dan pastinya membuat emosi anak jadi tidak stabil.

Dream - Membawa minum ke manapun tampaknya harus dijadikan kebiasaan, terutama untuk anak-anak yang aktif. Kekurangan cairan atau dehidrasi bukan hanya membuat anak menjadi haus dan mengalami masalah kesehatan, tapi juga pada kondisi psikologisnya.

Air memegang peranan penting dalam kerja organ, termasuk otak. Ketika tubuh kekurangan cairan, maka kondisi fisik pun akan berubah drastis. Terasa lemas, tak bergairah, sakit kepala dan pastinya membuat emosi anak jadi tidak stabil. Menjadi rewel, menangis bahkan mengamuk.

" Dehidrasi bisa menimbulkan masalah kecemasan dan psikologis yang tak stabil. Air berfungsi sebagai transportasi hormon. Ketika tubuh kekurangan cairan, maka hormon jadi tak stabil dan membuat seseorang jadi sangat mudah emosi," ungkap Barry Joe McDonagh, terapis dan pendiri program Panic Away.

Efek dehidrasi memang menimbulkan banyak keluhan pada tubuh. Antara lain pusing, kelelahan otot, sakit kepala, merasa ingin pingsan, peningkatan denyut jantung, dan mual.

" Kondisi tersebut dapat membuat kita berpikir sedang mengalami penyakit tertentu, dan memicu level kecemasan jadi lebih tinggi," ujar McDonagh.

Meskipun mencukupi kebutuhan cairan tidak dapat menghilangkan kecemasan sepenuhnya, tapi dapat membantu mengurangi intensitasnya. Air juga memiliki sifat menenangkan alami.

" Seringkali anak tak menyadari kalau dirinya kekurangan cairan. Terlalu asyik bermain sampai lupa minum padahal aktivitas fisiknya sangat intensif," kata McDonagh.

Untuk itu pastikan si kecil minum secara rutin. Selalu sediakan botol berisi air minum dalam tas sekolahnya. Berikan juga buah-buahan kaya air. Jika ia malas minum air putih, buatkan jus buah segar untuknya.

Sumber: Verywell

Beri Komentar