Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tya Ariestya (Foto: Instagram)
Dream - Tya Ariestya dan suaminya Irfan Ratinggang boleh dibilang pasangan yang sangat kompak dalam hal perencanaan kehamilan. Bisa jadi contoh untuk para pasangan yang menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).
Putra pertama mereka, Kanaka Ratinggang, lahir melalui program bayi tabung. Hal ini karena Tya mengalami masalah hormon yang membuatnya sulit untuk hamil secara alami. Akhirnya ia dan suaminya memutuskan untuk mengikuti program IVF. Alhamdulillah, Tya berhasil dan melahirkan anak yang sehat.
Untuk kedua kalinya, Tya akan menjalani kembali program bayi tabung demi memberikan adik untuk Kanaka. Namun sebelumnya ia harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Salah satunya adalah pemeriksaan HSG (histerosalpingografi).
" Hari ini kita jadwal HSG di @rsubundajakarta , masih dalam rangkaian program FET di @morula_ivf. Dan aku khusus ngosongin satu hari ini utk konsentrasi ke HSG. Nahhhhhh, knp satu harian dikosongin? Krn setelah postingan pra #ivfjourneytyaariestya2 kemaren banyak masukan klo HSG itu sakitnya minta ampun," tulis Tya, dalam akun Instagramnya.
Histerosalpingografi sendiri, seperti dikutip dari drprima.com, merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui kondisi rahim dan saluran telur (tuba fallopi). Pemeriksaan menggunakan sinar X (rontgen) untuk melihat apakah ada kelainan ukuran atau bentuk rahim yang dapat menyebabkan infertilitas dan masalah pada kehamilan. Juga dapat menunjukkan apakah ada penyumbatan pada saluran telur.
" Tiap berasa ngilu coba atur napas, tarik panjang dan buang perlahan... dan fiuuhhhhhhh, aku Gak ngerasain sakit yg berlebihan. Cm ada sedikit ngilu yg lumayan skitar 1/2 detik pas cairan si semprot lumayan kenceng. Sedikit informasi aja utk temen2 yg mungkin mau jalanin HSG, reaksi tiap org beda2 dan aku alhamdulillahhhh gak merasa sakit berlebihan Sm aku pake anti nyeri yg dimasukin ke dubur sebelum tindakan hsg," ungkap Tya.
© Dream
Prosedur HSG ini merupakan yang salah satu 'ditakuti' para calon ibu yang menjalani program kehamilan. Beberapa orang mengeluhkan rasa sakit, karena memang leher rahim dimasukkan alat semacam kateter kecil. Kemudian dimasukkan cairan kontras melalui kanul/kateter sambil dilakukan pengabilan beberapa gambar rontgen.
Pasien mungkin akan diminta melakukan perubahan posisi. Cairan akan masuk ke dalam rahim dan saluran telur hingga tumpak ke rongga perut. Setelah didapatkan foto rontgen alat dilepaskan. Dari hasil HSG ini dapat dilihat kondisi rahim dan saluran telur secara detail.
Tya setelah ini berencana untuk menjalani prosedur frozen embrio transfer (FET), yaitu menaruh embrio yang telah ada di dalam rahimnya. Sebelumnya sudah ada embrio dari prosedur awal yang disimpan dan siap untuk dimasukkan ke rahim jika ia ingin hamil lagi. Tapi serangkaian prosedur medis harus dilakukan sebelum FET.
Semangat Tya, semoga berhasil!
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012